Beranda Uncategorized Warga Kota Serang Diduga Terdampak Limbah Oli Bekas di Lingkungan Kesuren

Warga Kota Serang Diduga Terdampak Limbah Oli Bekas di Lingkungan Kesuren

RW 02, Seli Sanepa (kiri) menunjukan hasil ronrgen warga yang terkena penyakit paru-paru akibat limbah oli. (IstI

SERANG – Warga Lingkungan Kesuren, Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang diduga terdampak limbah oli. Akibatnya banyak warga terkena penyakit akibat terhirup aroma bau limbah oli.

Walikota Serang Syafrudin mengaku menerima keluhan tersebut.

“Siap, nanti persoalan ini akan ditindaklanjuti,” ujarnya singkat melalui pesan singkat, Selasa (18/10/2022).

Menurutnya saat ini pihaknya sudah menginstruksikan langsung kepada dinas terkait untuk observasi langsung dan menangangani terkait perizinan perusahaan limbah oli tersebut. “Saya sudah instruksikan, dan sekarang lagi ditangani PTSP,  petugas PTSP mendatangi langsung ke kantor PT Goedang Mas,” ujarnya.

Sebelumnya sejumlah warga Lingkungan Kesuren, Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang mengeluhkan munculnya aroma limbah oli. Warga menuding bau tersebut berasal dari PT Goedang Mas yang lokasinya tak jauh berada di daerah tersebut. Perusahaan tetsebut mengolah atau melakukan pembakaran limbah oli bekas.

RW 023 lingkungan Kesuren, Seli Sanepa mengatakan setiap pagi hingga malam dirinya bersama warga lainnya selalu mencium aroma bau limbah oli. Aroma itu membuat warga merasa mual dan pusing dan sesak nafas.

Selain itu, tak jarang warga sering batuk-batuk saat asap limbahnya mengarah ke pemukiman warga Kesuren.

“Limbahnya itu sudah lama, puluhan tahun, dan baunya itu bikin pusing. Warga juga gak kuat nahan baunya. Jadi harus pakai masker untuk bertahan menahan bau limbah itu,” ujarnya Selasa (18/10/2022).

Hal yang sama dikatakan Seli, Andri warga Kesuren. Menurutnya banyak warga mulai dari RT 01 hingga RT 05 mengeluhkan aroma bau limbah pembakaran tersebut. Bau limbah oli tersebut sangat mengganggu aktivitas warga setempat.

Ia khawatir aroma itu bisa menimbulkan banyak korban akibat penyakit saluran pernapasan akibat bau tersebut. Pasalnya, warga setiap hari menghirup aroma bau tersebut.

“Bau tersebut sudah puluhan tahun, aroma ini menyerbak mengganggu masyarakat. Sudah puluhan tahun. Bahkan beberapa warga sering bulak balik ke Puskesmas. Dan rata-rata mereka mengeluhkan batuk, asma dan gangguan pernapasan lainnya,” ujarnya.

Ia berharap, Pemerintah Kota Serang khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) bisa segera bergerak untuk menghentikan aktifitas pengusaha pabrik olahan limbah oli tersebut.

“Bau ini sudah meresahkan masyarakat, warga juga sudah melaporkan ke Kelurahan, bahkan ada dewan juga sudah pernah ke sini, tapi gak ada tindak lanjutnya. Sampai sekarang limbah tersebut masih beroperasi,” ujarnya. (Dhe/Red)