Beranda Pariwisata Warga Kembali Berlibur di Pantai Anom Pakuhaji Tangerang

Warga Kembali Berlibur di Pantai Anom Pakuhaji Tangerang

792
0
Liburan hari raya Idul Adha ratusan masyarakat berbagai daerah berkunjung ke wisata pantai Anom Desa Kramat Kecamatan Pakuhaji Kabupaten Tangerang, Sabtu (1/8/2020).

 

KAB TANGERANG – Liburan hari raya Idul Adha ratusan masyarakat berbagai daerah berkunjung ke wisata pantai Anom Desa Kramat Kecamatan Pakuhaji Kabupaten Tangerang, Sabtu (1/8/2020).

Untuk menuju ke pantai Anom yang dikelola BUMDes Bumi Mandiri, wisatawan harus menyusuri jalan beralas tanah lebar berukuran 1,2 meter dengan jarak sekitar 1,4 kilometer dari jalan raya Pakuhaji-Kramat.

Manager Pantai Anom Arzu Arifin mengatakan memasuki hari libur dimasa pandemi volume pengunjung naik menjadi sekitar 400 orang. Dirinya, mengaku baru membuka kembali objek wisata pantai ini sejak 3 minggu setelah ada kelonggaran kebijakan PSBB.

“Baru banyak saat libur ini, sebelumnya cuma sekitar 100 orang paling banyak,” ujar Arifin saat ditemui BantenNews.co.id di wisata Pantai Anom, Sabtu (1/8/2020).

Kendati demikian, pihaknya tetap menekankan protokol kesehatan kepada para wisatawan demi mencegah penularan Covid-19. “Pada saat masuk membeli tiket, pengunjung kita cek suhu nya, dan dihimbau memakai masker dan jaga jarak serta cuci tangan,” pungkasnya.

Arifin membeberkan lahan milik perhutani yang baru dikelola pihaknya seluas 2 hektar ini sedikit demi sedikit dirombak dijadikan sejumlah titik spot daya tarik wisatawan berswafoto.

“Selain buat berenang, kita juga sediakan 10 spot buat selfi dan spot bersantai para pengunjung ditemani alunan musik dan makanan,” tukasnya.

Disisi lain, pihaknya menyadari saat ini yang dikeluhkan wisatawan jalan akses menuju ke pantai Anom. Jika musim penghujan tiba, sangat sulit dilewati karena tanah jadi basah licin dan berbahaya dilalui.

“Sebetulnya, aspirasi kami sudah menjadi perhatian pemerintah daerah, melalui kecamatan pakuhaji. Mungkin, karena faktor pandemi jadi dialihkan urusannya buat penanganan Covid-19,” ungkap Arifin.

Dirinya mengaku, selama ini pembiayaan perawatan bermodal dari hasil keuntungan parkir kendaran dan pendapatan usaha. “Mulai dari buat akses jembatan, pembuatan spot dan warung-warung,” ujarnya.

(Ren/Red)