Beranda Peristiwa Warga Desa Batu Kuda Serang Diteror Tambang Galian C hingga Ledakan Amunisi

Warga Desa Batu Kuda Serang Diteror Tambang Galian C hingga Ledakan Amunisi

Tangkap layar video saat earga mediasi di Balai Desa Batukuda. (Ist)

SERANG — Warga Desa Batu Kuda, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, kembali dihadapkan pada situasi yang memicu kepanikan. Setelah bertahun-tahun hidup berdampingan dengan aktivitas tambang pasir atau galian C, warga dikejutkan oleh rentetan ledakan dan kobaran api yang terjadi di area bekas galian pasir pada Sabtu dini hari, 8 Agustus 2026.

Dentuman keras yang terdengar berulang kali membuat warga keluar rumah dalam kondisi panik. Situasi semakin mencekam ketika asap pekat dengan bau menyengat terbawa angin menuju permukiman.

Kepala Desa Batu Kuda, Sabit, mengatakan aktivitas pembakaran tersebut telah berlangsung selama beberapa hari. Namun, menurut dia, kejadian pada Sabtu dini hari menjadi yang paling besar dan menimbulkan kepanikan warga.

“Ternyata ada yang dibakar. Karena tiupan angin meluas, asap terdorong langsung ke arah permukiman hingga membuat warga kaget dan mengalami sesak napas. Pembakaran ini sebenarnya sudah terjadi beberapa hari, namun malam ini merupakan yang terbesar hingga api melambung tinggi dan asapnya menyebar ke mana-mana,” ujar Sabit.

Dua Warga Dilarikan ke Rumah Sakit

Kondisi semakin genting setelah dua warga dilaporkan mengalami sesak napas hingga kehilangan kesadaran. Keduanya kemudian dievakuasi menggunakan ambulans kepolisian dan dibawa ke rumah sakit di Kota Cilegon untuk mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa tersebut menambah kekhawatiran masyarakat yang selama ini telah menghadapi dampak aktivitas pertambangan di sekitar lingkungan mereka.

Bagi warga, persoalan bukan hanya suara ledakan yang mengagetkan, tetapi juga kepulan asap yang masuk ke kawasan permukiman. Bau menyengat yang terbawa angin membuat sebagian warga memilih keluar rumah karena khawatir terhadap kondisi udara yang mereka hirup.

Warga Tak Mendapat Pemberitahuan

Kepanikan warga semakin meningkat karena Pemerintah Desa Batu Kuda mengaku tidak menerima pemberitahuan resmi sebelumnya mengenai kegiatan pemusnahan material yang diduga berupa amunisi tersebut.

Baca Juga :  Beredar Video Situ Sasak Pamulang Jebol, Ternyata Hoaks

Sabit mengatakan pemerintah desa tidak mendapatkan surat pemberitahuan ataupun koordinasi resmi terkait kegiatan yang berlangsung di area bekas galian pasir tersebut.

Kondisi itu, menurutnya, menjadi persoalan serius karena lokasi kegiatan berada relatif dekat dengan permukiman warga. Tidak adanya informasi sebelumnya juga membuat masyarakat tidak memiliki persiapan apabila terjadi kondisi darurat.

“Kalau memang ada kegiatan seperti itu, seharusnya ada pemberitahuan dan koordinasi terlebih dahulu. Masyarakat perlu tahu karena lokasinya dekat dengan permukiman,” kata Sabit.

Kabar mengenai ledakan dan kepulan asap kemudian menyebar di tengah masyarakat. Puluhan warga mendatangi Balai Desa Batu Kuda untuk meminta penjelasan sekaligus menyampaikan kekhawatiran mereka terkait keselamatan lingkungan tempat tinggal.

Bersitegang dengan Aparat

Situasi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui mediasi di Balai Desa Batu Kuda. Pertemuan melibatkan pemerintah desa, perwakilan warga, serta aparat kepolisian.

Dalam mediasi tersebut, dibahas sejumlah persoalan, mulai dari kondisi warga yang terdampak hingga jaminan keamanan agar aktivitas serupa tidak kembali dilakukan di lokasi yang berdekatan dengan permukiman.

Salah satu poin yang dibahas adalah penanganan warga yang mengalami gangguan kesehatan. Pihak penyelenggara disebut berkomitmen menanggung biaya pengobatan warga yang terdampak.

Selain itu, terdapat komitmen agar aktivitas pemusnahan amunisi tidak kembali dilakukan di lokasi yang berdekatan dengan permukiman warga.

Di sisi lain, petugas pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk menangani sisa kobaran api dan melakukan pendinginan di area tersebut.

Trauma Warga Belum Hilang

Meski api telah dipadamkan dan mediasi telah dilakukan, peristiwa tersebut meninggalkan trauma bagi warga Desa Batu Kuda.

Dentuman ledakan pada dini hari, kobaran api, serta asap yang bergerak menuju permukiman menjadi pengalaman yang membuat masyarakat mempertanyakan aspek keselamatan dalam pelaksanaan kegiatan di sekitar tempat tinggal mereka.

Baca Juga :  JAM Street Tawarkan Tarif Rp1 untuk Pengguna di Banten

Sabit berharap kejadian tersebut menjadi perhatian serius seluruh pihak. Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama ketika ada kegiatan yang berpotensi menimbulkan ledakan, asap, maupun dampak lainnya di dekat permukiman.

“Yang kami inginkan masyarakat aman. Kalau ada kegiatan yang berisiko, kami berharap pemerintah desa dan masyarakat diberi informasi serta dilakukan koordinasi terlebih dahulu,” ujarnya.

Bagi warga Batu Kuda, persoalan ini menjadi babak baru dari kekhawatiran yang selama ini mereka rasakan akibat aktivitas di kawasan galian C. Mereka kini berharap ada pengawasan lebih ketat dan kepastian bahwa kegiatan berisiko tinggi tidak kembali berlangsung di sekitar permukiman tanpa koordinasi dan langkah pengamanan yang memadai.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan Bantennews.co.id masih berupaya menghubungi pihak kepolisian. Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Hutapea menyarankan agar awak media menghubungi Polres Cilegon. 

Penulis: Maulana Abdul Haq

Editor: Usman