Beranda Peristiwa Warga Carita Larung Kerbau, Ikhtiar Doa di Tengah Pencarian 5 Jurnalis dan...

Warga Carita Larung Kerbau, Ikhtiar Doa di Tengah Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Hilang

Prosesi larung kerbau di perairan Selat Sunda, Carita, Pandeglang, sebagai ikhtiar doa warga agar pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak berjalan lancar. /Madani Prasetia-BantenNews

PANDEGLANG – Deru mesin kapal terdengar dari Dermaga Marina Lippo Carita, Pandeglang, Banten, Minggu (14/9/2026). Di antara aktivitas warga dan lalu-lalang perahu, sebuah kapal nelayan perlahan meninggalkan dermaga.

Kapal KM Rezeki BTN 8742 membawa seekor kerbau. Sejumlah warga turut mengiringi pelayaran itu. Mereka hendak melarungkan kerbau ke tengah perairan Selat Sunda sebagai bagian dari ikhtiar dan doa.

Di tengah pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak, warga Carita memilih menempuh jalan spiritual. Mereka berharap doa yang dipanjatkan mengiringi kerja keras tim SAR gabungan yang hingga hari ketujuh masih menyisir perairan Selat Sunda.

Lantunan doa mengiringi perjalanan kapal menuju tengah laut. Dari dermaga, sejumlah warga menyaksikan prosesi tersebut. Sebagian lainnya ikut mengiringi kapal menggunakan perahu.

Bagi masyarakat pesisir Carita, pelarungan kerbau merupakan tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun ketika menghadapi musibah di laut. Tradisi itu mereka maknai sebagai bentuk doa dan ikhtiar untuk memohon keselamatan serta kelancaran dalam menghadapi musibah.

Tokoh masyarakat Carita, Abah Si’in, mengatakan warga menjalankan ritual tersebut setelah bermusyawarah dan sepakat melakukan pelarungan seekor kerbau.

“Ini tradisi masyarakat pesisir yang sudah turun-temurun. Tujuannya memanjatkan doa kepada Allah SWT agar pencarian korban dilancarkan dan mereka segera ditemukan,” kata Abah Si’in di Dermaga Marina Lippo Carita, Minggu (14/9/2026).

Menurut Si’in, warga tidak memaknai ritual tersebut sebagai tujuan mistis. Mereka menjadikannya sebagai salah satu bentuk ikhtiar spiritual sambil terus mendoakan keselamatan delapan orang yang hingga kini belum ditemukan.

Doa warga juga tertuju kepada keluarga para korban. Mereka berharap keluarga yang menanti mendapat kekuatan, ketabahan, dan kesabaran dalam menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian.

Baca Juga :  Hari Keempat Pencarian, Keluarga Jurnalis dan ABK Bertahan di Tengah Ketidakpastian

“Kami juga meminta kepada Allah SWT agar seluruh korban bisa segera ditemukan,” ujarnya.

Si’in menjelaskan, warga menyiapkan seekor kerbau untuk kemudian dibawa menggunakan kapal nelayan menuju perairan Selat Sunda. Di tengah laut, warga melarungkan kerbau tersebut sebagai bagian dari tradisi yang mereka yakini.

Bagi warga Carita, doa menjadi cara mereka ikut mengambil bagian dalam musibah tersebut. Sementara di laut, tim SAR gabungan terus bergerak menyisir wilayah pencarian untuk menemukan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak.

Ikhtiar spiritual warga dan pencarian di laut berjalan beriringan. Di Dermaga Marina Lippo Carita, harapan masih menggantung: semoga delapan orang yang dicari segera ditemukan dan kembali ke tengah keluarga.

Penulis: Mg-Madani Prasetia

Editor: Wahyudin