Beranda Pemerintahan Warga Bojong Nangka Keluhkan Jalan Rusak Parah

Warga Bojong Nangka Keluhkan Jalan Rusak Parah

Kondisi Jalan Rusak di Desa Bojong Nangka, Kampung Bojong Nangka, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang. Foto: Nindia/BantenNews.co.id

KAB. SERANG – Warga Kampung Bojong Nangka, Desa Bojong Nangka, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang mengeluhkan jalan desa sepanjang 2,5 kilometer yang rusak parah.

Pantauan BantenNews.co.id di lokasi, kondisi jalan rusak yang sudah terjadi sejak 2018 itu hampir seluruhnya berbatu, berlubang besar, licin ketika hujan dan akses jalan yang hanya bisa dilalui oleh satu mobil juga menjadi tantangan bagi pengemudi.

Bagi yang membawa ibu hamil atau orang sakit dan harus melalui jalanan tersebut juga dibutuhkan kesabaran dan kehati-hatian yang ekstra dalam mengemudi dengan kondisi jalanan seperti itu.

Padahal jalanan itu selain menjadi akses jalan warga Desa Bojong Nangka juga merupakan jalan yang terbilang sering dilalui oleh warga dari Desa Nagara Padang dan Desa Seuat Jaya.

Sahrul (21) salah satu warga yang ditemui mengatakan, kerusakan jalan di Desa Bojong Nangka yang dimulai dari jalan RT 004 hingga RT 011 itu mengakibatkan akses mobilitas warga terhambat.

“Iya sangat terhambat, rusak parah,” ujar Sahrul pada BantenNews.co.id, Jumat (24/9/2021).

Sementara itu, Kasie Pembangunan Desa Bojong Nangka, Anton mengatakan melihat kondisi jalan rusak itu pihak desa memang sudah berencana akan melakukan pengecoran jalan tersebut dengan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2021 namun pembangunan akan dilakukan bertahap sebab jika memakai DD untuk membangun jalan sepanjang 2,5 kilometer tidak akan cukup.

“Tahun sekarang sampai kedepan, pak Lurah memprogramkan dicor cuma bertahap. Perkiraan per tahun di angka 500 meteran,” kata Anton.

Sebagai warga Desa Bojong Nangka, Anton juga merasa prihatin dengan kondisi jalan tersebut maka dari itu pemerintah desa juga berupaya untuk memperbaiki jalanan tersebut. Namun untuk membangun jalan sekitar 500 meter saja membutuhkan biaya yang tidak sedikit yakni sekitar Rp600 juta hingga Rp700 juta.

“Kami dari desa sangat prihatin cuma mau gimana lagi karena anggaran desa terbatas, bahkan beberapa waktu lalu juga sudah Musyawarah Desa (Musdes), Musyawarah Dusun (Musdus), sudah sepakat tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda di sini dengan para RT-nya bahwa tahun depan penggunaan anggaran 2022 kita fokuskan ke jalan itu semua,” ujar Anton.

Ia menyebutkan dengan anggaran yang terbatas, pihak desa sempat beberapa kali mengusulkan perbaikan jalan di Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan setiap tahun hingga mengirimkan proposal untuk usulan perbaikan jalan oleh dinas-dinas terkait di Kabupaten Serang, namun sampai sekarang tidak ada jawaban.

“Sekarang baru ini, kita sudah pengajuan beberapa kali ke pihak terkait, sudah buat proposal. Mudah-mudahan itu juga diakui sebagai jalan kabupaten, kalau udah diakui jalan kabupaten nantinya dibangun oleh kabupaten tapi sampai saat ini belum ada SK Bupati yang terkait masalah jalan itu diakui oleh Kabupaten atau tidak, apakah ini nanti ranahnya ke Kabupaten atau apakah oleh desa. Untuk saat ini belum turun, berarti mungkin itu masih jalan desa kan,” pungkas Anton.

Pemerintah desa selain berupaya juga berharap masyarakat untuk lebih bersabar menunggu perbaikan jalan tersebut.

“Di harap masyarakat dapat bersabar bahwa pemerintah desa juga tidak tutup mata dengan hal itu karena tahu persis seperti apa jalan itu rusak,” ungkap Anton.

(Nin/red)