TANGSEL — Wali Kota Benyamin Davnie meminta sektor perbankan memperbesar dukungan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah pertumbuhan ekonomi Tangerang Selatan yang terus meningkat.
Benyamin mengatakan, Tangsel memiliki modal ekonomi yang cukup kuat untuk menarik investasi serta mendorong pengembangan sektor jasa dan perdagangan. Sekitar 72 persen penduduk berada pada usia produktif, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai sekitar Rp14 juta.
“UMKM menjadi salah satu penggerak ekonomi di Tangsel. Karena itu, dukungan pembiayaan dari sektor perbankan penting agar pertumbuhan ekonomi daerah tetap terjaga,” ujar Benyamin di Kantor Cabang Bank Syariah Nasional di kawasan Serpong, Rabu (29/4/2026).
Ia menambahkan, Tangerang Selatan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) diproyeksikan sebagai kota pendidikan, hunian, perdagangan, dan jasa. Pemerintah kota juga mendorong pengembangan sektor kesehatan melalui puluhan rumah sakit swasta yang mulai diarahkan pada layanan health tourism.
Pria yang akrab disapa Bang Ben itu menekankan, keberadaan lembaga keuangan di Tangsel diharapkan tidak hanya berfokus pada layanan konsumtif, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung pengembangan usaha masyarakat.
“Kami berharap sektor perbankan ikut memfasilitasi kebutuhan pelaku usaha agar ekonomi daerah bisa tumbuh bersama,” ucapnya.
Benyamin juga menyatakan Pemerintah Kota Tangerang Selatan membuka ruang kerja sama dengan sektor perbankan untuk memperkuat ekosistem ekonomi lokal.
“Kolaborasi diperlukan untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi kota yang saat ini berada di kisaran 5,6 persen,” pungkasnya.
Sementara itu, relokasi kantor cabang Bank BSN di Serpong disebut menjadi bagian dari strategi ekspansi perseroan di kawasan penyangga Jakarta. Kantor baru tersebut memiliki luas bangunan sekitar 1.752 meter persegi dan menggantikan kantor sebelumnya yang dinilai sudah tidak memadai.
Direktur Bisnis Bank BSN, Alex, mengatakan pertumbuhan aktivitas ekonomi di Tangerang Selatan menjadi salah satu alasan pemindahan kantor cabang ke lokasi yang lebih besar.
“Potensi ekonomi dan pelayanan di Tangsel terus berkembang, sementara kapasitas kantor lama sudah kurang mendukung,” ujarnya.
Ia menambahkan, perseroan menargetkan penguatan pembiayaan pada sejumlah sektor potensial, seperti properti, pendidikan, kesehatan, dan UMKM. Selain itu, BSN juga memperluas layanan digital melalui aplikasi Bale Syariah yang telah memiliki sekitar 1,4 juta pengguna dengan volume transaksi mencapai Rp2,7 triliun.
Per Maret 2026, aset Bank BSN tercatat sekitar Rp76,2 triliun dengan jumlah nasabah lebih dari 1,34 juta secara nasional. Perseroan juga menargetkan penyaluran KPR subsidi sebanyak 73.700 unit sepanjang tahun ini.
Penulis: Ahmad Rizki
Editor: Usman Temposo
