Beranda Kesehatan Wagub Banten : Vaksinasi Covid-19 Bantu Pulihkan Ekonomi di Banten

Wagub Banten : Vaksinasi Covid-19 Bantu Pulihkan Ekonomi di Banten

Wagub Banten Andika Hazrumy. (Iyus/bantennews.co.id)

SERANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menilai vaksinasi Covid-19 yang akan dilaksanakan pada Desember mendatang akan menimbulkan efek positif. Salah satunya menumbuhkan perekonomian yang sempat terpuruk akibat pandemi.

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy mengatakan, Pemprov Banten optimis pertumbuhan ekonomi akan tumbuh seiring berjalannya vaksinasi.

“Asumsinya vaksin sudah tersedia dan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dihentikan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yaitu 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” kata Andika saat mengikuti Webinar bertema Membangkitkan Industri Manufaktur sebagai Leading Sector Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi Covid-19 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Banten, Selasa (17/11/2020).





Untuk itu, lanjut Andika, Pemprov Banten juga meminta dukungan seluruh stakeholder, dalam hal ini BPS untuk melakukan survey ekonomi di masa pandemi Covid-19.

“Hal ini, kami perlukan untuk membantu penyusunan kebijakan program strategis serta kegiatan pembangunan Pemprov Banten dalam rangka pemulihan ekonomi Banten,” katanya.

Andika menjelaskan, dalam konteks perencanaan dan penganggaran kegiatan pembangunan, urgensi tersedianya data-data sektoral menjadi kebutuhan mendasar dalam penyusunan rencana pembangunan. Karena itu, pihaknya berharap BPS Banten dapat melakukan pendampingan dan berkolaborasi dengan perangkat daerah, khususnya berkaitan dengan capaian indikator-indikator utama pembangunan.

”Seperti Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), dan indikator-indikator indeks pembangunan lainnya. Lalu, apa bentuk kebijakan, program kerja, dan penganggaran yang ideal yang dapat Pemprov Banten support dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi Banten,” jelasnya.

Hal itu, menurut Andika, agar program dan kegiatan pembangunan berjalan optimal. “Misalnya dalam meningkatkan angka rata-rata lama sekolah, harapan lama sekolah untuk dimensi pendidikan, usia harapan hidup untuk dimensi kesehatan, dan pengeluaran per kapita untuk dimensi ekonomi,” ujarnya.

Dengan begitu, kata Andika, terdapat minimal empat indikator utama pembangunan yaitu LPE, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), angka kemiskinan dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang terus didiskusikan oleh BPS Banten bersama-sama perangkat daerah Pemprov Banten, baik melalui FGD maupun melalui seminar atau workshop tematik tertentu.

“Data-data sektoral merupakan dasar pengambilan keputusan penyusunan kebijakan, program kerja dan kegiatan pembangunan daerah. Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan ke-3 tahun 2020 mengalami kontraksi minus 5,77 persen. Pertumbuhan ekonomi memang cenderung melambat pada masa pandemi, bukan hanya di Banten tapi secara nasional bahkan perekonomian dunia,” pungkasnya.(Mir/Red/SG)