PANDEGLANG – Sebuah video yang memperlihatkan jenazah seorang bocah dibawa menggunakan sepeda motor di Kabupaten Pandeglang viral di media sosial. Jenazah itu terpaksa dibonceng karena akses menuju rumah duka di Kampung Cibuluhuen, Desa Pasirlancar, Kecamatan Sindangresmi, tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
Peristiwa itu terjadi setelah korban meninggal dunia usai menjalani perawatan di rumah sakit. Dalam video yang beredar, jenazah tampak dibawa melintasi jalan desa yang rusak dan bergelombang hingga akhirnya tiba di rumah duka.
Warga setempat, Mugni mengatakan, jarak dari rumah sakit di Labuan menuju wilayah desa memang cukup jauh. Namun, dari titik terakhir yang bisa dijangkau kendaraan, jenazah masih harus dibawa sekitar tiga kilometer melewati jalan yang kondisinya rusak.
“Kalau dari rumah sakit di Labuan memang lumayan jauh. Tapi dari titik jenazah dibawa ke rumah duka sekitar tiga kilometer. Jalannya memang rusak sehingga mobil sulit masuk,” kata Mugni, Selasa (4/8/2026).
Menurut Mugni, bocah yang meninggal bernama Muhammad Haetami, siswa kelas III Madrasah Ibtidaiyah (MI). Sebelum meninggal dunia, korban sempat menjalani pengobatan setelah mengalami cedera akibat terjatuh dari pohon.
“Hasil rontgen katanya ada tulang yang bergeser atau patah di bagian tangan. Setelah itu sempat berobat ke rumah sakit di Labuan,” ujarnya.
Ia menuturkan, sejak awal keluarga membawa korban berobat menggunakan sepeda motor pribadi. Keluarga juga tidak mengajukan permohonan penggunaan ambulans desa.
“Alasan keluarga sederhana, mereka tidak ingin ribet. Menurut mereka, kalau mengurus ambulans prosesnya lama dan belum tentu cepat ditangani,” ungkapnya.
Mugni mengaku, pelayanan ambulans desa selama ini dinilai belum sigap. Bahkan, dalam beberapa kejadian sebelumnya, warga disebut terpaksa meminjam ambulans dari desa lain untuk mengangkut pasien.
“Kalau jenazah dibawa pakai motor mungkin baru kali ini. Tapi soal warga sakit yang kesulitan mendapat pelayanan, itu sudah beberapa kali terjadi,” katanya.
Menurutnya, persoalan yang menjadi sorotan bukan hanya jenazah yang dibawa menggunakan sepeda motor, tetapi juga kondisi infrastruktur jalan serta pelayanan publik yang dinilai masih perlu dibenahi.
“Yang kami soroti bukan motor atau mobilnya. Tapi bagaimana fasilitas kesehatan, akses jalan, dan pelayanan kepada masyarakat bisa lebih baik. Kami berharap ini menjadi evaluasi bagi pemerintah desa,” ujarnya.
Menanggapi video viral tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang, Roni mengatakan, pihaknya akan menerjunkan tim untuk mengecek kondisi jalan yang menjadi sorotan.
Menurut Roni, seluruh ruas jalan berstatus jalan kabupaten di Kecamatan Sindangresmi telah selesai ditangani. Sementara jalan yang terlihat dalam video merupakan jalan desa.
“Untuk ruas jalan kabupaten di Kecamatan Sindangresmi sudah tuntas. Kalau jalan yang viral itu merupakan jalan desa atau jalan lingkungan. Saya akan tugaskan Bidang Bina Marga bersama UPT Jalan untuk mengecek langsung ke lokasi,” kata Roni.
Ia menambahkan, hasil survei lapangan nantinya akan menjadi bahan pertimbangan untuk mengusulkan penanganan jalan tersebut pada 2027.
“Nanti saya perintahkan Kabid Bina Marga melakukan survei ke lokasi. Hasilnya akan menjadi prioritas untuk kami usulkan penanganannya pada 2027. Karena untuk jalan kabupaten di Sindangresmi sudah selesai,” pungkasnya.
Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : TB Ahmad Fauzi
