Beranda Peristiwa Viral Flexing Pengusaha Tambang di Banten, Tiyandi: Tujuannya Memotivasi, Bukan Pamer Harta

Viral Flexing Pengusaha Tambang di Banten, Tiyandi: Tujuannya Memotivasi, Bukan Pamer Harta

Sebuah akun TikTok bernama @tiyandm dengan nama profil Tiyandi Mulya menjadi perbincangan di media sosial - tangkapan layar video Tiktok @tiyandm

CILEGON – Setelah videonya viral di TikTok dan menuai kritik dari warganet, Tiyandi Mulya akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan konten yang diunggah melalui akun TikTok @tiyandm bukan bertujuan memamerkan kemewahan atau flexing, melainkan memperlihatkan potensi investasi yang sedang berkembang di Kota Cilegon.

Dalam keterangannya kepada BantenNews.co.id, Kamis (6/8/2026) Tiyandi mengaku terkejut karena pesan yang ingin disampaikan justru ditafsirkan berbeda oleh publik.

“Padahal konteksnya bukan flexing. Kenapa orang-orang nangkapnya flexing? Saya juga enggak paham,” kata Tiyandi.

Ia menjelaskan, video yang menampilkan kunjungan ke kawasan pertambangan bersama investor asal Singapura dan China dimaksudkan untuk menunjukkan peluang investasi yang dinilai dapat memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah.

“Yang ingin saya tunjukkan bagaimana Cilegon sedang disorot investor. Banyak yang ingin berinvestasi di Cilegon. Itu kan salah satu efek multiplier untuk menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Tiyandi juga meluruskan anggapan yang berkembang di media sosial bahwa dirinya merupakan pemilik tambang. Menurutnya, ia hanya bergerak sebagai pelaku usaha di sektor pertambangan, bukan pemilik konsesi tambang.

“Saya enggak punya tambang. Saya trader. Saya beli material dari mana saja, bukan cuma di Bojonegara atau Merak. Jadi yang perlu saya luruskan, saya bukan pemilik tambang,” tegasnya.

Ia mengaku memahami kondisi ekonomi masyarakat yang saat ini masih sulit sehingga unggahannya bisa memicu beragam persepsi. Namun, ia menegaskan tidak pernah bermaksud menyinggung masyarakat.

“Kalau dilihat dari semua konten saya, yang saya tampilkan adalah perjalanan saya. Saya bukan lahir dari orang kaya, tapi bagaimana seorang perintis bisa mencapai titik sekarang. Itu yang ingin saya bagikan, sebagai motivasi,” katanya.

Selain bisnis di bidang pertambangan, Tiyandi mengaku juga berkecimpung di industri kreatif dan kegiatan sosial. Ia menyebut pernah menggelar konser di Cilegon meski harus menanggung kerugian hingga Rp380 juta.

Baca Juga :  Hujan Deras Rendam Sejumlah Wilayah di Cilegon

Ia pun menyayangkan jika masyarakat hanya melihat sisi negatif dari kontennya. “Kalau saya orangnya terbuka. Mau ngopi atau silaturahmi juga ayo. Saya dekat dengan berbagai komunitas dan elemen masyarakat,” ucapnya.

Sebelumnya, akun TikTok @tiyandm menjadi sorotan setelah mengunggah sejumlah video aktivitas di kawasan tambang yang diduga berada di wilayah Bojonegara–Pulo Ampel, Kabupaten Serang.

Kolom komentar video tersebut dipenuhi kritik dari warga yang mengeluhkan dampak debu, kemacetan, hingga kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan. Sejumlah komentar juga meminta pengusaha lebih memperhatikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat sekitar.

Penulis: Usman Temposo
Editor: Wahyudin