Beranda Kesehatan Vaksinasi di RSU Tangsel Dibagi 4 Alur, Ini Rinciannya!

Vaksinasi di RSU Tangsel Dibagi 4 Alur, Ini Rinciannya!

Ilustrasi - foto istimewa kompas.com

TANGSEL – Proses vaksinasi Covid-19 tahap pertama bagi tenaga kesehatan (nakes) di RSU Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dilakukan hari ini, Jumat (15/1/2021) sampai 1 Februari 2021.

Tercatat sudah ada 30 nakes yang teregistrasi untuk divaksin hari ini di RSU Tangsel. Dalam kesempatan itu, wakil walikota Benyamin Davnie mencoba meninjau prosesnya.

Pantauan di lapangan, terdapat 4 alur untuk proses vaksinasi tersebut. Pertama, setelah menerima SMS blast, calon pasien akan mendatangi meja pertama untuk diverivikasi.





“Setelah itu tahap kedua terus di screening. Apakah ada penyakit yg diderita calon penerima vaksin tadi atau tidak. Jika tidak ada masuk ke tahap ke tiga,” ujar Benyamin usai meninjau proses di RSU Tangsel, Jumat (15/1/2021).

Setelah itu, lanjut Ben, masuk tahap ketiga, dimana pasien akan diperikas darahnya. Untuk yang perempuan akan diberikan batas waktu, sementara laki-laki tidak.

“Lalu tahap terakhir pasien harus menunggu selama 30 menit untuk melihat dari reaksinya apakah ada mual, pusing, atau yang lainnya. Jika ada akan ditangani lebih lanjut, namun jika tidak akan langsung keluar,” terang Ben.

Menurut Ben, proses vaksinasi tersebut tidak sembarangan. Ada 33 tenaga vaksinator yang sudah terlatih. Mereka dilatih sejak vaksin datang di Tangsel kemarin.

“Seluruh tenaga kesehatan termasuk dalam prioritas pertama termasuk tenaga medis yang swasta. Sementara Tenaga medis yang tidak masuk vaksinasi ada 2 golongan. Yg pertama punya penyakit dan usianya yang sudah tua,” paparnya.

Terpisah, salah satu pasien Anneke Putri yang juga seorang Bidan di RSU Tangsel mengaku tidak ada gejala apa pun usai di vaksin. Dirinya pun mengaku sedikit khawatir dengan vaksin tersebut.

Namun, kata dia, dirinya yakin tidak akan terjadi apa-apa. Pasalnya vaksin tersebut sudah teruji dan produksinya juga tidak sembarangan.

“Ya kalau kita saja sebagai tenaga medis tidak percaya apalagi masyarakat kan. Jadi saya sendiri yakin tidak akan terjadi apa-apa. Kami sebagai yang pertama di vaksin harus percaya dan yakin,” jelas Anne. (Ihy/Red/SG)