Beranda Hukum Usai Bacok Paman Gara-gara Warisan, Pria di Pandeglang Ini Cuma Bisa Menyesal

Usai Bacok Paman Gara-gara Warisan, Pria di Pandeglang Ini Cuma Bisa Menyesal

Pelaku pembacokan (kiri) saat diserahkan ke Mapolres Pandeglang.

PANDEGLANG – Rusuh (35) warga Kampung Pasir Huni, Desa Pasir Kadu, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten yang membacok pamannya sendiri atas nama Rasam (68) warga Kampung Cimengger, Desa Bulakan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang pada Selasa (13/9/2022) kemarin mengutarakan alasan dirinya tega membacok korban.

Kata Rusuh, peristiwa tersebut tidak akan mungkin terjadi jika korban mau diajak musyawarah dan bersabar. Sebab menurutnya, dia akan memberikan sawah yang menjadi kunci permasalahan itu apabila korban mau mengikuti omongannya.

“Persoalannya saya cuman minta dia sabar terkait penebusan (lahan). Dia itu mau ngambil sawah dengan mendatangi langsung orang yang menggadai sawah mau menebus tapi seharusnya musyawarah dulu jangan langsung datang ke sawah saya engga enak, harusnya sabar karena saya tidak enak sama yang menggadai sawah soalnya tinggal ditanami padi,” kata Rusuh, Rabu (14/9/2022).

Rusuh mengklaim jika lahan berupa sawah yang dipermasalahkan merupakan warisan milik ibunya dari sang nenek. Sedangkan hal yang membuat dirinya gelap mata dan tega membacok sang paman lantaran tingkah laku dari korban yang tidak sabar.

“Itu (lahan) punya ibu saya warisan dari nenek, kalau mengatakan siapa yang berhak itu ya ibu saya. Karena (korban) susah diatur saya spontanitas dan tanpa sadar itu terjadi (pembacokan). Tata caranya yang salah karena saya tidak enak sama yang menggadai,” terangnya.

Menurutnya, jika lahan yang sedang digadaikan ke tetangga diambil saat lahan sudah siap ditanami maka dirinya merasa tidak enak dan malu. Oleh sebab itu, dirinya hanya meminta pada korban agar mengurungkan niatnya untuk mengambil sawah hingga sawah tersebut selesai di panen.

“Kalau misalnya korban enak aja dibawa musyawarahnya misalnya setelah panen mau diambil silahkan aja, dia (korban) itu kalau ngomongnya kan gimana dia sedangkan kita hidup ada tetangga jadi harus ingat ketika minta tolong. Seharusnya dia tahu kalau sawah itu siap ditanami padi ya tunggu dulu sehabis panen jangan main dadakan datang ke sawah,” ungkapnya.

Rusuh mengaku sangat menyesal telah membacok korban karena korban merupakan paman atau keluarganya sendiri. “Kalau seingat saya satu kali (membacok). Saya nyesel banget karena itu paman saya,” tutupnya. (Med/Red)