Beranda Kampus Untirta Perkuat Peran Guru BK Dampingi Siswa Hadapi SNPMB 2026

Untirta Perkuat Peran Guru BK Dampingi Siswa Hadapi SNPMB 2026

Peserta dan narasumber dari Untirta foto bersama usai sosialisasi di SMAN 1 Kramatwatu Kabupaten Serang. (Istimewa)

KAB. SERANG – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) terus memperkuat sinergi dengan sekolah-sekolah di Provinsi Banten untuk meningkatkan kesiapan siswa menghadapi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026.

Salah satu langkah konkret tersebut tampak melalui dukungan Untirta terhadap kegiatan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMA Kabupaten Serang.

Untirta bersama MGBK menggelar kegiatan penguatan strategi pendampingan siswa di SMAN 1 Kramatwatu, Kabupaten Serang, Jumat (30/1/2026). Kegiatan ini diikuti oleh para guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMA se-Kabupaten Serang.

Dalam kegiatan tersebut, Untirta menghadirkan Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Untirta Tri Cahyono dan Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Humas Untirta Adhitya Angga Pratama sebagai narasumber. Kepala SMAN 1 Kramatwatu Indiyah Lestari serta Ketua MGBK SMA Kabupaten Serang Yusup Sastra Suganda turut hadir dalam agenda tersebut.

Kepala SMAN 1 Kramatwatu, Indiyah Lestari menegaskan, pentingnya peran guru BK dalam mengikuti dinamika sistem seleksi masuk perguruan tinggi negeri yang terus berubah setiap tahun.

“Sistem seleksi sangat dinamis. Guru BK harus terus memperbarui informasi agar dapat membimbing siswa secara tepat dan membantu mereka lolos melalui jalur yang tersedia,” ujarnya.

Indiyah berharap kehadiran Untirta dapat memberikan pemahaman yang komprehensif kepada guru BK dalam mempersiapkan siswa, khususnya pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

“Mudah-mudahan pemaparan dari Pak Tri dapat membantu kami lebih siap mendampingi siswa, terutama yang akan mengikuti jalur SNBP,” katanya.

Sementara itu, Ketua PMB Untirta Tri Cahyono menjelaskan bahwa SNBP tidak hanya menilai aspek akademik, tetapi juga mempertimbangkan prestasi non-akademik, keaktifan berorganisasi, serta rekam jejak siswa selama bersekolah.

“Penilaian SNBP tidak semata berdasarkan nilai rapor. Prestasi, aktivitas organisasi, dan kegiatan siswa juga menjadi pertimbangan, dengan maksimal tiga sertifikat pendukung yang bisa diunggah,” jelas Tri.

Baca Juga :  SENASKAH, Seminar Nasional untuk Pengembangan Sektor Ekonomi Pariwisata Kreatif di Banten

Tri juga menekankan peran strategis guru BK dalam mengarahkan siswa agar tidak terpaku pada satu program studi demi memperbesar peluang kelulusan.

“Pemerataan pilihan program studi sangat penting. Guru BK berperan membantu siswa menentukan pilihan yang realistis agar peluang lolos semakin besar,” ujarnya.

Selain itu, Tri mengingatkan guru BK untuk memastikan ketelitian pengisian dan validasi data siswa. Ia juga mendorong pemanfaatan data daya tampung serta rekam jejak kelulusan tahun sebelumnya sebagai dasar strategi pendampingan.

Di sisi lain, Ketua Pokja Humas Untirta Adhitya Angga Pratama menyoroti pentingnya kesiapan mental siswa dalam menentukan masa depan pendidikan.

“Kuliah memang bukan satu-satunya jalan, tetapi kuliah dapat memperbesar peluang seseorang untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Adhitya juga mengingatkan guru BK agar membantu siswa menentukan pilihan program studi secara matang sehingga tidak mengundurkan diri setelah dinyatakan lulus.

“Jika siswa hanya benar-benar menginginkan satu pilihan, pastikan keputusan itu sudah dipikirkan dengan matang dan tidak sekadar ikut-ikutan,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Untirta berharap kolaborasi dengan MGBK SMA Kabupaten Serang dapat semakin memperkuat peran guru BK dalam mendampingi siswa menghadapi SNPMB 2026, meningkatkan peluang kelulusan seleksi nasional, serta menyiapkan calon mahasiswa yang siap secara akademik, mental, dan administratif.

Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd