
SERANG – Kegiatan Kick Off Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan dan Penguatan Literasi Kebanksentralan Tahun 2026 digelar di BSD City, Kota Tangerang Selatan, pada Selasa (7/4/2026). Agenda ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan Bank Indonesia dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul di bidang kebanksentralan.
Dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), hadir Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Agus Sjafari, Ketua Pokja Kerja Sama Okti Rachmawati beserta tim kerja sama, serta tim kemahasiswaan. Sementara itu, Bank Indonesia Provinsi Banten diwakili Kepala Perwakilan Ameriza Ma’ruf Moesa.
Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Banten mengapresiasi kehadiran para mitra perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana mempererat silaturahmi, tetapi juga bagian dari upaya rebranding program pendidikan kebanksentralan. Pada tahun 2026, terdapat sejumlah penyesuaian kebijakan, termasuk pengelolaan program yang berbasis wilayah administrasi.
Bank Indonesia juga menekankan pentingnya hubungan erat antara dunia akademik dan institusi kebanksentralan. Banyak kebijakan yang dihasilkan Bank Indonesia berasal dari kajian dan masukan akademisi. Oleh karena itu, program ini dirancang untuk mendukung pengembangan SDM unggul melalui tiga ruang lingkup utama, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Pada kesempatan tersebut, Untirta secara resmi memperkuat sinergi dengan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Banten melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Dokumen tersebut ditandatangani oleh Agus Sjafari bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten.
Agus Sjafari menyampaikan bahwa kerja sama antara Bank Indonesia Banten dengan tiga perguruan tinggi di Banten, yakni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Ia juga mengungkapkan peningkatan jumlah penerima bantuan pendidikan di Untirta, dari 75 mahasiswa pada tahun sebelumnya menjadi 130 mahasiswa pada 2026. Mahasiswa penerima beasiswa yang tergabung dalam komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI) tidak hanya memperoleh bantuan pendidikan, tetapi juga pembekalan, pelatihan, dan pengembangan diri.
“Kerja sama ini menjadi landasan formal dalam pelaksanaan berbagai program kolaboratif, khususnya di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada kebanksentralan,” ujar Agus.
Ia berharap kolaborasi antara Untirta dan Bank Indonesia terus diperkuat guna mendukung program pemerintah dan pembangunan nasional. Agus juga mengapresiasi hadirnya program baru berupa bantuan penelitian kebanksentralan bagi sivitas akademika.
Kerja sama ini membuka peluang luas, tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi dosen dan masyarakat. Selain peningkatan jumlah beasiswa, program ini mencakup penguatan literasi kebanksentralan, peningkatan kapasitas SDM, serta pengembangan riset yang relevan dengan kebutuhan ekonomi nasional.
Bank Indonesia turut memperluas skema bantuan pendidikan, termasuk dukungan untuk penulisan skripsi, tesis, hingga disertasi dengan fokus kajian kebanksentralan. Dosen juga dapat mengakses bantuan penelitian melalui BI Institute dengan platform Spectro.
Dalam kegiatan tersebut, diumumkan pula peningkatan kuota penerima bantuan pendidikan tahun 2026. UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten memperoleh kuota 60 mahasiswa, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebanyak 130 mahasiswa, dan Untirta sebanyak 130 mahasiswa.
Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan Tahun 2026 akan menghadirkan berbagai kegiatan, seperti kuliah umum, workshop, kompetisi ilmiah, serta penguatan literasi kebanksentralan yang terintegrasi dalam kegiatan akademik.
Melalui program ini, diharapkan tercipta sinergi berkelanjutan antara dunia akademik dan Bank Indonesia dalam mencetak generasi unggul yang siap berkontribusi bagi pembangunan ekonomi Indonesia.
Tim Redaksi