Beranda Pendidikan UNICEF: 1 dari 7 Siswi Bolos Sekolah karena Menstruasi

UNICEF: 1 dari 7 Siswi Bolos Sekolah karena Menstruasi

Acara City Sanitation Summit (CSS) XX di ICE BSD Tangerang, Kamis (8/9/2022).

KAB. TANGERANG – Pemkab Tangerang mendapatkan apresiasi terkait penerapan sanitasi yang aman dan baik. Salah satunya, program sanitasi berbasis sekolah dan pesantren. Kedua program ini dinamai Sanisek (sanitasi sekolah) dan Sanitren (sanitasi berbasis pesantren).

Jika muncul pertanyaan, kenapa sanitasi diperlukan di lingkungan sekolah dan pesantren? Apa pula manfaatnya bagi para siswa dan siswi? Chief of WASH UNICEF Indonesia, Kannan Nadar menjelaskan lima perspektif kenapa sanitasi sekolah ini penting. Inilah lima perspektif yang dimaksud :

1.Perspektif hak asasi manusia, karena anak-anak ketika belajar harus berada di lingkungan menyenangkan. “Salah satunya terdapat akses sarana dan sanitasi di sekolahnya,” ucapnya.

2.Perspektif pembelajaran. Ada banyak penelitian yang menyebutkan sanitasi sekolah ini penting, karena tanpa ada sarana mencuci tangan pakai sabun banyak anak terkena penyakit diare.

3.Perspektif kesehatan, sebab tanpa adanya air yang layak di sekolah, anak akan rentan terkena berbagai penyakit, seperti cacingan.

4.Perspektif kesetaraan gender. Anak-anak pada usia yang masuk masa pubertas dan memiliki kebutuhan spesifik, salah satu studi UNICEF menyatakan 1 dari 7 anak perempuan di Indonesia membolos ketika menstruasi. “Karena tidak ada akses yang baik di sekolah, seperti tidak ada jamban yang terpisah sehingga mereka tidak nyaman mengelola menstruasi mereka,” terang Kannan.

5. Perspektif terkahir adalah anak sebagai agen perubahan. Ketika mereka mendapatkan informasi perubahan perilaku, mereka bisa dengan mudah dan mentransmisi pesan kepada keluarga dan masyarakat. “Itu adalah 5 hal mengapa sanitasi sekolah itu penting,” katanya.

Secara khusus, Chief of WASH UNICEF Indonesia menyampaikan selamat kepada Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar atas kiprah dan keberhasilannya mengawali program sanitasi di sekolah.

“Selamat kepada Pak Bupati Zaki, Kabupaten Tangerang ini juga adalah kabupaten/kota pertama di Indonesia yang telah mencapai SDGs untuk sanitasi sekolah,” ungkapnya dalam City Sanitation Summit (CSS) XX di ICE BSD Tangerang, Kamis (8/9/2022).

(Ril/Red)