Beranda Pemerintahan Uji Lab Keluar, DLHK Kabupaten Tangerang Sebut Bau Menyengat dari PT BOSS...

Uji Lab Keluar, DLHK Kabupaten Tangerang Sebut Bau Menyengat dari PT BOSS Masih Aman

Kantor DLHK Kabupaten Tangerang - (Foto: Saepulloh/BantenNews.co.id)

KAB. TANGERANG – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang akhirnya mengungkap hasil uji laboratorium terkait bau menyengat yang diduga berasal dari aktivitas PT Bintang Orbit Surya Sejahtera (BOSS) di Desa Cangkudu, Kecamatan Balaraja.

Kepala DLHK Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, menyatakan bahwa hasil uji menunjukkan kadar pencemar udara dari perusahaan tersebut masih berada di bawah ambang batas baku mutu lingkungan.

“Dari hasil uji lab, masih di bawah baku mutu,” kata Ujat saat dikonfirmasi media, Kamis (13/11/2025).

DLHK mengambil sampel udara pada Senin (27/10/2025) dan Kamis (30/10/2025). Hasilnya keluar pada 4 November setelah melewati proses 24 hari kalender kerja. Ujat menjelaskan, dua parameter yang diuji—amoniak dan hidrogen sulfida—menunjukkan kadar zat pencemar masih dapat ditoleransi.

“Artinya, kalau masih di bawah baku mutu, kadar sesuatu masih bisa ditolerir,” ujarnya.

Meski demikian, Ujat tidak menampik bahwa bau dari aktivitas perusahaan kerap membuat warga merasa tidak nyaman. Ia pun enggan menanggapi lebih jauh soal warga yang sampai mengadu ke Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).

“Tapi saya bisa sampaikan dari sisi analisa hasil uji lab, ukuran bau itu susah, yah. Dari sisi kesehatan masih aman, tapi dari sisi kenyamanan mengganggu. Kan susah untuk mengukurnya,” bebernya.

Proses pengambilan sampel udara sejak awal sempat diragukan oleh salah satu warga yang ikut mendampingi tim DLHK di areal pabrik. Warga bernama Chomarudin mengaku curiga kapasitas produksi sengaja diturunkan dari biasanya sekitar 70 persen menjadi 50 persen saat sampel diambil.

Ia bahkan meminta pihak perusahaan agar kapasitas produksi dijalankan normal seperti hari-hari biasa, namun permintaannya ditolak.

“Tapi permintaan ditolak dengan alasan stok sedang banyak,” kata Chomarudin saat dikonfirmasi, Sabtu (1/11/2025).

Baca Juga :  Disdukcapil Kabupaten Serang Bakal Jemput Bola Layani Adminduk Ratusan Siswa Disabilitas

Baik DLHK maupun pihak legal PT BOSS membantah dugaan tersebut. Mereka memastikan kegiatan produksi berjalan normal saat pengujian dilakukan.

“Hari ini pengambilan sampel dari DLHK dilakukan dengan kondisi produksi berjalan normal dan full seperti biasa,” ujar bagian legal PT BOSS, Deby Anugrah Utama, pada 30 Oktober lalu.

Penulis: Saepulloh
Editor: Usman Temposo