PANDEGLANG — Keluarga Surakman, anak buah kapal (ABK) Kapal Arupadhatu I, sempat memegang firasat bahwa jasadnya akan ditemukan setelah kapal yang membawa lima jurnalis hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Salah satu keluarga Surakman, Jasni mengatakan, firasat itu muncul selama proses pencarian berlangsung. Keluarga bahkan mendapat informasi dari seorang paranormal yang menyebut Surakman telah meninggal, tetapi jasadnya masih berada di laut dan suatu saat akan kembali ditemukan.
“Firasat ada sih. Maaf-maaf kata paranormal, katanya masih bisa ketemu. Nyawanya memang sudah enggak ada, tapi jasadnya masih ada dan katanya mau diantar ke sini,” kata Jasni saat ditenui di kediaman Surakman di Carita, Kamis (24/9/2026).
Informasi tersebut membuat keluarga tetap menyimpan harapan di tengah pencarian yang berlangsung berhari-hari.
“Katanya nanti juga ketemu,” ujarnya.
Keluarga akhirnya mendapat kepastian setelah tim menemukan jasad Surakman di perairan Enggano, Bengkulu. Meski berat, Jasni mengatakan, keluarga menerima keputusan penghentian operasi pencarian.
“Mungkin sudah kelelahan, dan biaya yang sudah dikeluarkan pemerintah juga besar. Kalau memang sudah tidak ada, insyaallah keluarga mengikhlaskan. Saya sudah menerima, mungkin memang sudah takdirnya,” tuturnya.
Bagi keluarga, Surakman bukan sekadar ABK. Ia juga menjadi salah satu tulang punggung keluarga.
Surakman selama ini membantu memenuhi kebutuhan kakaknya, Nana, yang mengalami tunanetra sejak berusia empat tahun.
Jasni mengatakan, Surakman bekerja di laut untuk mencari nafkah dan memenuhi tanggung jawab terhadap keluarganya.
“Itu bukan naruh nyawa ke sana karena enggak direncana. Dia kan mempertaruhkan nyawa karena mencari nafkah buat saudara saya yang tunanetra ini, Ibu Nana. Semuanya sudah jadi tanggung jawab dia,” kata Jasni.
Keluarga memahami pekerjaan Surakman memiliki risiko besar. Namun, mereka tidak pernah menyangka perjalanan bersama Arupadhatu I akan berakhir dengan hilangnya kontak dan kematian.
Kini, keluarga memilih mengikhlaskan kepergian Surakman. Penemuan jasadnya setidaknya memberi kepastian setelah keluarga menunggu selama lebih dari dua pekan.
Surakman merupakan salah satu dari tiga kru Arupadhatu I yang membawa lima jurnalis menuju kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK) pada awal September 2026. Kapal tersebut kemudian hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Tim SAR akhirnya menemukan jasad Surakman di perairan Enggano, Bengkulu. Jenazah kemudian dipulangkan ke Pandeglang dan dimakamkan di TPU Kidemang, Carita.
Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
