Beranda Advertorial Tujuh Irigasi di Banten Diresmikan, Layanan Pertanian Bertambah 881 Hektare

Tujuh Irigasi di Banten Diresmikan, Layanan Pertanian Bertambah 881 Hektare

Gubernur Banten Andra Soni (tengah) saat meresmikan pembangunan saluran irigasi di Cikedal, Pandeglang. (Istimewa)

PANDEGLANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memperkuat infrastruktur pertanian dengan meresmikan tujuh daerah irigasi yang dibangun dan ditingkatkan melalui APBD 2025.

Infrastruktur senilai sekitar Rp48,91 miliar itu menargetkan tambahan layanan air untuk lahan pertanian seluas 881,28 hektare.

Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan, pembangunan irigasi harus berdampak langsung terhadap produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Ia meminta pemerintah dan masyarakat tidak berhenti setelah pekerjaan fisik selesai.

“Harapan kita, irigasi yang diperbaiki dapat memberikan hasil maksimal. Semua ini membutuhkan kolaborasi, baik pemerintah maupun masyarakat, agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Andra saat meresmikan irigasi di Cisata, Desa Tegal, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Rabu (2/9/2026).

Andra menegaskan pemerintah harus memastikan setiap rupiah APBD menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Setiap rupiah yang dikeluarkan harus memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat. Saya ingin memastikan irigasi yang dibangun benar-benar berfungsi dengan baik dan memberikan manfaat bagi para petani,” tegasnya.

Ia juga meminta petani dan masyarakat menjaga sumber air. Menurutnya, jaringan irigasi tidak akan mampu menopang pertanian jika ketersediaan air terus menurun.

“Petani harus tetap semangat. Irigasi pada dasarnya mengalirkan air, sehingga tugas kita bersama adalah menjaga ketersediaan air agar pertanian dapat terus berjalan dengan baik,” katanya.

Selain mengandalkan APBD, Banten mendapat dukungan pemerintah pusat melalui APBN. Andra menyebut pemerintah pusat mengalokasikan sekitar Rp500 miliar untuk pembangunan irigasi di Banten pada 2026.

“Tahun ini, Pemerintah Pusat memberikan dukungan pembangunan irigasi di Banten kurang lebih Rp500 miliar. Ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan yang harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat dan para petani,” ungkapnya.

Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten Arlan Marzan menjelaskan tujuh daerah irigasi tersebut tersebar di empat kabupaten dengan total panjang penanganan sekitar 6,90 kilometer.

Baca Juga :  Dewan Minta Pj Gubernur Banten Segera Cari Solusi Soal Pegawai Honorer

Rinciannya, Kabupaten Lebak mendapat penanganan di D.I. Cibinuangeun dan D.I. Cikoncang. Kabupaten Pandeglang mencakup D.I. Cisata, D.I. Cilemer, dan D.I. Cisangu Atas. Kabupaten Serang mencakup D.I. Cipari-Ciwuni, sedangkan Kabupaten Tangerang mencakup D.I. Cilampe.

“Outcome dari pembangunan ini adalah peningkatan luas layanan pertanian sebesar 881,28 hektare. Inilah sasaran manfaat yang harus terlihat dan dirasakan langsung oleh para petani pada areal layanan,” kata Arlan.

Salah satu proyek berada di D.I. Cisata. Pemprov Banten mengucurkan sekitar Rp8,43 miliar melalui APBD 2025 untuk membangun saluran beton sepanjang 800 meter, tembok penahan tanah 100 meter, dan box culvert sepanjang 125 meter.

Proyek tersebut menargetkan peningkatan layanan irigasi untuk lahan pertanian seluas 312 hektare.

Pemerintah pusat juga mengucurkan anggaran melalui Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 untuk D.I. Cisata. Dukungan itu mencakup penanganan sepanjang 2.775 meter dengan luas layanan mencapai 825,21 hektare.

Selain tujuh daerah irigasi tersebut, pemerintah pusat juga mendukung penanganan 12 daerah irigasi yang menjadi kewenangan Pemprov Banten. Nilainya mencapai sekitar Rp471,92 miliar, dengan panjang penanganan sekitar 81,80 kilometer dan target layanan pertanian mencapai 9.259 hektare.

Arlan menilai, kolaborasi APBD dan APBN memperkuat layanan irigasi sekaligus menopang produktivitas pertanian dan ketahanan pangan Banten.

“Sinergi antara APBD Provinsi Banten dan APBN dari Pemerintah Pusat ini semakin memperkuat upaya peningkatan layanan irigasi, produktivitas pertanian, serta mendukung program swasembada pangan di Provinsi Banten,” ujarnya.

Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, juga meminta masyarakat menjaga seluruh infrastruktur irigasi agar tidak cepat rusak.

“Banten mendapatkan perhatian dalam pembangunan. Baik melalui APBN maupun APBD, pembangunan yang sudah dilaksanakan harus kita jaga dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” kata Dimyati.

Baca Juga :  Banyak Pelajar Belum Rekam KTP-el, Disdukcapil Pandeglang Jemput Bola ke Sekolah

Advertorial