Beranda Pemerintahan TNI dan Polri Siap Mengamankan dan Mengawasi Perpanjangan PSBB

TNI dan Polri Siap Mengamankan dan Mengawasi Perpanjangan PSBB

Pertemuan dengan 3 (Tiga) Kapolres yaitu Kapolres Metro Tangerang, Kota Tangerang dan Tangerang Selatan, bertempat di Polres Metro Tangerang, Senin (13/7/2020) - Foto istimewa

TANGERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengatakan TNI dan Polri siap mengamankan dan melakukan pengawasan pelaksanaan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ke tujuh (VII) kalinya di Provinsi Banten dengan memberikan berbagai kelonggaran pada sejumlah kegiatan.

“Tadi saya Rapat Koordinasi dengan Kapolres di Tangerang Raya. Mereka siap mengawal ini,” ungkap Gubernur Banten kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan 3 (Tiga) Kapolres yaitu Kapolres Metro Tangerang, Kota Tangerang dan Tangerang Selatan, bertempat di Polres Metro Tangerang, Senin (13/7/2020).

Selain bertemu dengan Para Kapolres di Tangerang Raya, Gubernur juga melakukan kunjungan ke Markas Korem Wijaya Krama 052/Wijaya Krama dan melakukan koordinasi dengan Danrem 052/Wijaya Krama Brigjen (Inf) Tri Budi Utomo.





Dalam kesempatan kunjungan silaturahim tersebut, Gubernur mengatakan,
jika Provinsi Banten telah berhasil keluar dari zona merah penyebaran Covid-19. Dan terlempar dari 10 besar nasional dalam kasus virus corona tersebut. Namun dikhawatirkan jika berbagai kelonggaran akan menjadi pelanggaran.

“Kalau tidak mentaati aturan, kerja keras kita selama ini akan sia-sia,” ungkapnya.

Masih menurut Gubernur Banten, sejak PSBB pertama hingga terakhir kemaren masih banyak berbagai keterbatasan. Dan pada tahap PSBB kali ini akan banyak sejumlah kegiatan yang diperbolehkan. Sehingga perlu terus mengingatkan masyarakat dengan membagi berbagai kategori kegiatan yang dapat dikategorikan ber resiko tinggi, sedang dan rendah.

“Itu harus kita atur. Detailnya diserahkan ke kota/kabupaten sesuai dengan kondisi objektif masing-masing wilayahnya,” ungkapnya.

“Jangan sampai lupa, walaupun masyarakat telah memahami protokol kesehatan tapi kita tetap harus waspada,” tegas Gubernur.

Ditambahkan, dari awal Provinsi Banten tidak menggunakan istilah new normal. Namun secara bertahap melalui PSBB ini dilakukan berbagai pelonggaran sejumlah kegiatan dengan berbagai keterbatasan juga.

“Paling tidak, kegiatan yang berisiko tinggi di kehidupan keseharian masyarakat perlu kita ingatkan dan selamatkan,” ungkapnya.

Gubernur menegaskan, dirinya harus berhati-hati dalam memberikan pelonggaran pada sejumlah kegiatan untuk menghindarkan munculnya cluster baru penyebaran Covid-19. Dan tetap akan lakukan Rapid Test dan Swab test di berbagai tempat, guna langkah antisipasi dan tracking area.

“Itu sebabnya saya perlu koordinasi dengan Polisi dan TNI, agar upaya yang dilakukan Banten tidak sia-sia”, pungkasnya.

(Red)