PERUNDUNGAN (bullying) masih menjadi salah satu masalah yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Dampaknya tidak hanya berupa luka fisik, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan mental, kepercayaan diri, hingga prestasi belajar anak. Karena itu, orang tua, guru, dan anak perlu bekerja sama untuk mencegah terjadinya perundungan.
Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan agar anak terhindar dari perundungan di sekolah.
- Bangun kepercayaan diri anak sejak di rumah. Anak yang percaya diri cenderung lebih berani mengatakan “tidak”, menyampaikan pendapat, dan melapor ketika mengalami perlakuan tidak menyenangkan.
- Ajarkan anak bersikap tegas, bukan agresif. Latih anak untuk menjawab dengan tenang ketika diejek atau diperlakukan tidak baik, misalnya dengan mengatakan, “Saya tidak suka diperlakukan seperti itu.”
- Biasakan anak memiliki teman. Anak yang memiliki lingkungan pertemanan yang positif umumnya lebih terlindungi dari tindakan perundungan dibandingkan anak yang sering menyendiri.
- Bangun komunikasi yang terbuka. Luangkan waktu setiap hari untuk bertanya tentang kegiatan di sekolah. Dengan begitu, anak akan merasa nyaman bercerita jika mengalami masalah.
- Ajarkan menghargai perbedaan. Anak perlu memahami bahwa setiap orang memiliki latar belakang, kemampuan, dan penampilan yang berbeda sehingga tidak boleh menjadi alasan untuk mengejek orang lain.
- Kenali tanda-tanda perundungan. Orang tua perlu waspada jika anak tiba-tiba enggan ke sekolah, nilai menurun, sering murung, kehilangan barang, atau mengalami luka tanpa penjelasan yang jelas.
- Latih anak mencari bantuan. Jelaskan kepada anak bahwa melapor kepada guru, wali kelas, atau orang tua bukan berarti mengadu, melainkan cara melindungi diri.
- Awasi penggunaan media sosial. Perundungan juga bisa terjadi di dunia maya. Dampingi anak saat menggunakan gawai dan ajarkan etika berkomunikasi di internet.
- Jalin komunikasi dengan pihak sekolah. Orang tua sebaiknya mengenal guru dan aktif mengikuti perkembangan anak agar masalah dapat dideteksi lebih awal.
- Jadilah teladan. Anak belajar dari orang tua. Hindari kebiasaan mengejek, merendahkan, atau menggunakan kata-kata kasar di rumah karena anak cenderung meniru perilaku tersebut.
Mencegah perundungan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar. Dengan membangun komunikasi yang baik, menanamkan rasa percaya diri, serta mengajarkan empati sejak dini, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang berani, peduli, dan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua.
(Tim Redaksi)
