Beranda Pemerintahan Tingkat Kerawanan Pilkades di Desa Kendayakan Tinggi

Tingkat Kerawanan Pilkades di Desa Kendayakan Tinggi

Rapat Panitia Pilkades Desa Kendayakan, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang - Foto istimewa

KAB. SERANG – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang rencananya akan digelar pada 11 Juli 2021 menarik banyak peminat, salah satunya Pilkades di Desa Kendayakan, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang yang memiliki 11 bakal calon (Balon) kepala desa (Kades) dari berbagai kalangan dan latar belakang pendidikan yang beragam.

Kepala Urusan (Kaur) Umum Desa Kendayakan, Fredi Januarika Diar mengatakan pada awal pendaftaran balon kades terdapat 13 balon kades untuk Desa Kendayakan.

“Ada tiga belas balon kades yang mendaftarkan awalnya, lalu satu orang gugur karena persyaratan administrasi, satu orang lagi mengundurkan diri. Jadi sekarang sisanya tinggal sebelas balon kades,” ujarnya, Kamis (27/5/2021).

Sebelas balon kades Kendayakan yaitu Ahmad Muhtadi, Januri, Juhri, Juriah, Lis Kusumawati, Lukman, Marsa, Mashudi, Ruslan Abdul Gani, Su’udi, dan Yudi.

Menurutnya, banyaknya balon kades yang mendaftar dikarenakan banyaknya masyarakat yang ingin memajukan desa Kendayakan.

“Berarti bagus, istilahnya banyak orang yang ingin membangun desa Kendayakan untuk lebih maju semoga memang itu tujuannya,” katanya.

Selain Desa Kendayakan, ada empat desa lainnya di Kecamatan Kragilan yang mengikuti Pilkades 2021 yaitu Silebu, Pematang, Dukuh, dan Sukajadi.

Banyaknya balon kades Kendayakan menjadi suatu hal yang unik, namun juga menjadi perhatian khusus dikarenakan tingkat kerawanan saat pilkades sangat tinggi.

Kapolsek Kragilan Kompol Andhi Kurniawan mengatakan tingkat kerawanan Pilkades memanglah lebih tinggi dikarenakan biasanya balon kades yang mendaftar masih terhubung dalam ikatan keluarga yang sama.

“Intinya kami pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat dan pendukung bakal calon untuk menjaga situasi yang kondusif karena tingkat kerawanan pilkades ini lebih rawan dari Pilpres karena bersentuhan langsung tetangga dengan tetangga jadi tidak saling tegur karena berbeda pilihan, bahkan satu keluarga juga jadi tidak saling tegur karena beda pilihan. Itu hak masing-masing, bebas memilih siapa akan tetapi sebisa mungkin sama-sama menghindari terjadinya bentrokan,” ujarnya.

Ia berharap Pilkades 2021 dapat berjalan dengan lancar dan lebih baik sehingga tidak adanya bentrokan yang terjadi di masyarakat.

“Kami sebagai pihak kepolisian sudah siap mengamankan, semoga Pilkades bisa berjalan lebih baik,” katanya.

(Nin/Red)