Beranda Pemerintahan Terkesan Lamban Update Data Corona, Ini Jawaban Kadinkes Banten

Terkesan Lamban Update Data Corona, Ini Jawaban Kadinkes Banten

478
0
Ilustrasi - foto istimewa alodoktor.com

SERANG – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Banten Ati Pamudji H angkat bicara soal perbedaan data pusat dan daerah terkait pasien positif Covid-19. Selama ini data yang diunggah oleh Pemprov Banten terkesan lamban dari update data milik pemerintah pusat.

Data terbaru misalnya yang menyebutkan ada empat tambahan pasien Corona atau Covid-19 dari Banten oleh pemerintah pusat melalui Juru Bicara Pusat terkait Covid-19, Achmad Yurianto. Ati menampik data tersebut dengan alasan bahwa keempat pasien tersebut bukan warga yang berdomisili di Banten.

“Kebetulan ditangani di rumah sakit di Banten, tapi bukan berdomisili di Banten. Melainkan dari Jakarta. Data yang kami gunakan menggunakan azas domisili pasien,” kata Ati melalui sambungan telepon, Minggu (21/3/2020).





Tujuan penggunaan azas domisili tersebut menurut Ati untuk mengetahui tracking wilayah dan sebaran pasien Covid-19 di Banten.

“Data kami berdasar azas domisili. Bukan rumah sakit yang merawat. Karena dari awal pusat pun menggunakan azas data domisili. Kami tidak bisa menggunakan data empat tambahan itu untuk Banten,” katanya.

Hingga saat ini, kata Ati pihaknya baru menerima data pasien positif Covid-19 yang terkonfirmasi by name by adress di Banten sebanyak 23 kasus positif Covid-19, 19 dirawat, 1 sembuh dan 3 meninggal dunia. Sebelumnya juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyebutkan ada tambahan empat pasien positif Covid-19 dari Banten.

“Kami tidak bisa asal ikuti data pusat. Tapi kami pastikan bahwa yang positif adalah warga yang benar tinggal dan berdomisili di Banten. Jadi data kami sudah resmi dari Dirjen P2 ke Kepala Dinas Kesehatan lalu kami cek bahwa benar warga Banten, baru kami masukan ke data kami. Jadi nggak mesti sama. Sekarang kalau kami ikut pusat tanpa ada alamat pasti bagaimana, ini kan sensitif.”

Untuk kasus positif Corona sebanyak 23 kasus. 19 pasien dirawat, 1 sembuh dan 3 meninggal dunia.

(You/Red)