
PANDEGLANG – Jumlah penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di SDN Kurungdahu 1, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, turun drastis. Dari sebelumnya 189 siswa, jumlah penerima pada penyaluran berikutnya disebut hanya 23 siswa.
Anggota Komisi X DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa, menyoroti penurunan tersebut setelah kepala sekolah dan wali murid mengeluhkan persoalan itu saat penyaluran PIP di sekolah tersebut, Jumat (16/10/2026).
“Penerima PIP yang kemarin sudah kami serahkan melalui jalur aspirasi sebanyak 189 siswa dari total 215 siswa,” kata perempuan yang akrab sisapa Aci itu kepada wartawan.
Aci menilai, pemerintah perlu mengevaluasi penggunaan data desil kesejahteraan sebagai acuan penentuan penerima bantuan pendidikan. Menurutnya, pemerintah tidak boleh menjadikan desil sebagai satu-satunya indikator untuk menentukan penerima PIP maupun Kartu Indonesia Pintar (KIP).
“PIP ini tidak bisa menjadikan desil sebagai satu-satunya indikator untuk penerimaan beasiswa, baik PIP maupun KIP,” ujarnya.
Ia mengaku, telah beberapa kali menyampaikan keberatan kepada Badan Pusat Statistik (BPS). Adde Rosi juga berencana kembali membahas persoalan tersebut bersama BPS di tingkat pusat.
Selain ketepatan data, politisi Golkar itu juga menyoroti mekanisme pembaruan data melalui kanal pengecekan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Ia menilai, sejumlah persyaratan, seperti foto rumah dan surat keterangan tidak mampu dari kepala desa, masih menyulitkan masyarakat.
Aci juga meminta wali murid yang merasa data desil keluarganya tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya agar mengajukan sanggahan.
“Kalau orang tua murid merasa desilnya tidak sesuai dengan realitas ekonomi, bisa mengajukan sanggahan,” katanya.
Ia mendesak pemerintah memperbaiki mekanisme pendataan agar siswa dari keluarga yang membutuhkan tetap berpeluang memperoleh bantuan pendidikan.
“Sekali lagi, saya berharap pemerintah tidak mempersulit hak masyarakat untuk mendapatkan pendidikan,” tegas istri mantan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy.
Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd