
PANDEGLANG – Warga Kampung Parianta, Desa Parigi, Kecamatan Saketi, terpaksa bergotong royong memperbaiki jalan kabupaten yang rusak parah. Sementara warga mengeluarkan tenaga dan material sendiri, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang masih menunggu hasil inventarisasi dan ketersediaan anggaran untuk menangani kerusakan tersebut.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Pandeglang, Andrian Wisudawan mengatakan, pihaknya akan mendata kondisi jalan dan mengecek riwayat usulan perbaikannya. Namun, ia belum memastikan jadwal pengerjaan maupun anggaran khusus untuk ruas Kampung Parianta.
“Kita inventarisir yang seperti itu, kita siapkan kalau ada anggaran kemudian kita prioritaskan,” kata Andrian, Senin (12/10/2026).
Andrian mengatakan, DPUPR akan memeriksa apakah warga atau pemerintah setempat pernah mengusulkan perbaikan jalan tersebut. Jika ruas itu masuk kewenangan kabupaten, pihaknya akan mempertimbangkan penanganannya sesuai tingkat kerusakan dan kemampuan anggaran daerah.
“Kita cek dulu apakah pernah mengajukan. Kalau memang kondisinya seperti itu, kalau jalan kewenangan kita ya nanti kita prioritaskan,” ujarnya.
Ia mengakui kemampuan anggaran daerah menentukan cakupan pekerjaan yang dapat DPUPR lakukan. Karena itu, pihaknya akan melihat kondisi lapangan sebelum menentukan panjang ruas yang bisa diperbaiki.
“Kalau perbaikan itu nanti kita lihat juga kemampuan anggaran kita, kalau memang bisa panjang ya insyaallah kita lakukan,” katanya.
Andrian menyebut sekitar 100 meter bagian depan jalan tersebut sudah menggunakan beton. Sementara bagian lain masih mengandalkan pemeliharaan rutin. Ia membuka kemungkinan pengerasan beton untuk membuat jalan lebih tahan lama, tetapi belum menyebut panjang ruas yang akan ditangani maupun jadwal pengerjaannya.
“Itu kan kalau enggak salah baru ada beton kurang lebih 100 meter itu di depannya, sisanya tinggal pemeliharaan rutin. Tapi nanti kita coba pengerasan beton ya supaya bisa lebih awet,” ucapnya.
Pernyataan DPUPR itu belum memberi kepastian kapan warga Kampung Parianta bisa menikmati perbaikan permanen. Pemerintah daerah masih harus menyelesaikan pendataan, memeriksa usulan, dan menghitung kemampuan anggaran sebelum menentukan langkah penanganan.
Sebelumnya, warga Kampung Parianta memilih memperbaiki jalan secara swadaya karena kerusakan tak kunjung mendapat penanganan. Mereka menambal lubang dengan tenaga dan material seadanya demi mengurangi risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd