Beranda Bisnis Terapkan Hapi Pape KSOP Gandeng 5 TUKS di Banten

Terapkan Hapi Pape KSOP Gandeng 5 TUKS di Banten

634
0
Sosialisasi dan Uji Coba Inaportnet pada TUKS di Hotel Allium, Kota Tangerang, Rabu (7/8/2019)

TANGERANG – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banten segera menerapkan Inapornet di Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS). Program tersebut bernama Hapi Pape atau Harmonisasi Pemanfaatan Inaportnet dalam Pelayanan Kegiatan Kepelabuhanan di Pelabuhan Banten (Inaportnet untuk TUKS). Rencananya program ini akan diterapkan di 5 TUKS di Banten.

Kepala KSOP Banten, Herwanto mengatakan, penerapan hapi pape di 57 TUKS di Banten akan dilakukan secara bertahap. Kata dia, saat ini ada sekitar 5 TUKS yang dinilai cukup siap untuk menjalani sistem Inaportnet.

Rencananya, penerapan inaportnet pada 5 TUKS ini ditargetkan akan diberlakukan pada 2020 mendatang.





“5 TUKS yang sudah siap seperti KBS (Krakatau Bandar Samudera), kemudian ada juga TUKS milik asing, itu kita inventarisir. Ada juga IKPP, itu juga cukup besar, nanti kita inventarisir,” ujar Herwanto usai membuka kegiatan Sosialisasi dan Uji Coba Inaportnet pada TUKS di Hotel Allium, Kota Tangerang, Rabu (7/8/2019).

Rencana penerapan ini, lanjutnya, melalui proses uji coba. Sistem ini juga telah diuji coba sistem pada MV China Pioneer di Pelabuhan KBS beberapa waktu lalu, sistem Hapi Pape dinilai berhasil dilakukan.

“Setelah ini kita lakukan uji coba, dengan dammy dulu, kemudian kita uji real dengan MV China Pioneer, ternyata bisa,” paparnya melalui siaran tertulis.

Dia menjelaskan, pada dasarnya banyak manfaat yang dapat didapat oleh pengguna jasa dari penerapan hapi pape tersebut. Pengguna jasa selain dapat mengakses sistem di kepelabuhanan lebih cepat secara online dan hemat biaya. Selain itu sistem ini juga meminimalisir berbagai penyimpangan.

“Jadi pengguna jasa tidak perlu datang ke kantor pelayanan. Cukup dengan menggunakan aplikasi di kantornya, bisa juga dijalan. Kemudian mereka tidak ke kantor, secara finansial lebih hemat. Kemudian tidak ada contact person lagi antara petugas pelayanan dan pengguna jasa sehingga tidak ada unsur kolusi,” terangnya.

Sementara itu, Director And Operation PT KBS, Widi Hartono mengatakan, sejauh ini KBS sudah memiliki dua sistem pelayanan kepelabuhanan yang diberlakukan secara online. Penerapan inaportnet sebelumnya telah diterapkan di Terminal Umum Cigading 1. Kini dengan basis Port of Cigading Information System (pocis) yang dimiliki KBS, kata dia, penerapan hapi pape di TUKS Cigading 2 sudah bisa diterapkan.

Widi menerangkan, penerapan sistem ini memberi berbagai kemudahan kepada pengguna jasa. Pengguna jasa tidak lagi perlu mengurus dokumen kapal secara manual tapi sudah bisa mengakses langsung dengan sistem yang ada secara online.

“Jadi tidak perlu lagi ke kantor KSOP. Begitu masuk ke sistem kita pocis, dia sudah booking kapal, dia sudah masuk langsung ke inaportnet. Jadi sudah bisa memastikan pelabuhan sudah bisa masuk kapal tersebut. Kan susah, ke pelabuhan ke KSOP. Sekarang cukup satu tempat, mereka masuk ke komputer, ke website kita, pocis, inaportnet, keduanya langsung conect. Langsung approve tanpa kita kirim surat ke KSOP, tanpa kita harus tanda tangan persetujuan ke agen. Kapal sudah langsung bisa sandar dan bongkar muat,” tuturnya. (Man/Red)