Beranda Hukum Temuan KIS di Tempat Sampah, Irna: Masyarakat Miskin Dirugikan

Temuan KIS di Tempat Sampah, Irna: Masyarakat Miskin Dirugikan

Bupati Pandeglang Irna Narulita

PANDEGLANG  – Bupati Pandeglang Irna Narulita mengaku prihatin dengan penemuan Kartu Indonesia Sehat (KIS) di tempat sampah yang terletak di Kampung Cibenda, Desa Sukarame, Kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang. Sebagai kepala daerah, Irna merasa dirugikan dalam peristiwa tersebut, di tengah tingginya kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat miskin.

“Saya dapat informasi dari Pak Kapolres. Saya merasa prihatin sebagai kepala daerah, karena itu (KIS) kan hak masyarakat miskin yang harus segera sampai. Pemerintah daerah juga merasa dirugikan karena itu bantuan pemerintah pusat untuk kesehatan di daerah, apalagi sekarang tinggi sekali permohonan SKTM (surat keterangan tidak mampu) untuk pelayanan kesehatan,” kata Irna kepada BantenNews.co.id, Sabtu (13/10/2018).

Di tengah pemutakhiran data warga yang membutuhkan SKTM untuk pelayanan kesehatan oleh Dinas Sosial Pandeglang, Irna menambahkan, penemuan KIS di tempat sampah tersebut menjadi hal yang sangat disayangkan. “Masyarakat tentu merasa dirugikan dan terzolimi. Harusnya mereka mendapatkan pelayanan (kesehatan),” kata Irna.

Baca juga: Polisi Buru Oknum yang Diduga Membuang KIS ke Tempat Sampah

Sejauh ini, Irna mengakui bantuan yang bersumber dari APBD untuk pelayanan kesehatan pemegang SKTM di Pandeglang hanya sebesar Rp5 juta per orang. “Kalau kemampuan kami hanya lima juta. Sementara kalau mereka (warga miskin) yang memegang KIS akan langsung dibantu pemerintah pusat, melalui klaim BPJS, berapa pun biayanya. Beda dengan kami yang terbatas.”

Irna berharap pihak kepolisian dapat segera menyelidiki dan mengungkap siapa oknum yang dengan sengaja membuang KIS tersebut. “Supaya diselidiki, apa tujuannya, apa modusnya. Saya belum bisa sampaikan secara rinci, tinggal kita tunggu beberapa hari setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan,” kata Irna.

Sejauh ini, Irna mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Pandeglang, kedua OPD tersebut mengaku tidak mengetahui perihal pendistribusian KIS. “Keduanya tidak merasa mendistribusikan. Justru saya tahu dari Pak Kapolres.”

Baca juga: Satu Karung KIS Ditemukan Dibuang di Tempat Sampah di Pandeglang

Informasi yang diterima, pendisitribusian KIS tahun 2016 tersebut melibatkan pihak ketiga. Semestinya, Irna menyarankan, pemerintah pusat melakukan pendistribusian KIS melalui OPD pemerintah daerah. Sehingga, pihak Pemda dapat mengawasi proses pendistribusian KIS tersebut.

“Selama ini memang tidak melalui dinas, kalau melalui dinas dulu kami bisa kerahkan aparatur hingga ke tingkat desa untuk membantu pendistribusian,” kata Irna. (you/red)