SERANG – Tax Center Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) akan menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Renjani – Dasar Kehumasan pada Rabu, 14 Januari 2025, pukul 14.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dihadiri sebanyak 150 mahasiswa dan narasumber.
Pembekalan ini merupakan bagian dari upaya Tax Center Untirta dalam meningkatkan kapasitas dan pemahaman anggota Renjani, khususnya dalam bidang kehumasan. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memahami dasar-dasar komunikasi, publikasi, serta peran strategis humas dalam mendukung citra dan kinerja organisasi.
Acara akan diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang telah terdaftar dan akan dipandu oleh narasumber yang kompeten di bidangnya. Panitia juga telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, termasuk virtual background resmi, untuk mendukung suasana kegiatan yang profesional dan terstruktur.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Tax Center Untirta dalam membekali generasi muda dengan keterampilan non-akademik yang relevan, terutama dalam pengelolaan informasi dan komunikasi publik.
Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan para peserta Renjani dapat lebih siap berkontribusi secara aktif dalam kegiatan organisasi serta mampu menjalankan fungsi kehumasan secara efektif di berbagai aktivitas Tax Center Untirta ke depan.
Menurut Kurnia Bagaskara, pembakalan ini bukan hanya sekadar informasi yang lewat begitu saja melainkan bisa dimanfaatkan ketika telah menjadi anggota Renjani.
“Gali sebanyak-banyaknya informasi karena ini nanti akan bisa sangat dipergunakan suatu saat nanti utamanya saat di Renjani. Soal Kehumasan ini adalah salah satu dari empat kegiatan inti di Renjani. Oleh karenanya para peserta semua perlu mencermatinya sebaik mungkin,” ucapnya.
Sementara Ketua Pokja Humas Adhitya Angga Pratama, M.I.Kom., menuturkan, peserta Renjani jika hendak melakukan aktivitas kehumasan maka perlu memerhatikan beberapa hal di antaranya adalah soal strategi komunikasi seperti perencanaan, monitoring dan evaluasi serta menguasai Medan permasalahan.
“Kita sebagai humas adalah sebagai bridge atau jembatan antara publik dan pihak pimpinan. Jika teman-teman belum mengetahui atau ragu memberikan jawaban terkait hal tertentu maka konfirmasi dahulu ke pimpinan lalu jika sudah maka sampaikan lagi ke publik sehingga itu informasinya faktual dan valid,” tuturnya. (Adv)
