Beranda Kesehatan Target Vaksinasi Siswa SMA di Banten Bergantung Distribusi Vaksin dari Pusat

Target Vaksinasi Siswa SMA di Banten Bergantung Distribusi Vaksin dari Pusat

Kepala Dinkes Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti. (Iyus/BantenNews.co.id)

SERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten menilai capaian target vaksinasi bagi siswa SMA, SMK dan SKh masih bergantung suplai vaksin dari pemerinrah pusat. Jika distrbusi lancar, maka pada akhir September ini target vaksinasi pelajar bisa tercapai.

Kepala Dinkes Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti mengatakan, secara aturan yang wajib melakukan vaksinasi dalam rangka Pembelajaran Tatap Muka (PTM) adalah guru dan tenaga pengajar. Sedangkan pelajar memang tidak diwajibkan.

“Namun, Pak Gubernur berharap agar PTM aman. Makanya (beliau instruksikan) untuk dipercepat vaksin bagi siswa. Makanya target September ini mudah-mudahan lancar. Vaksinnya juga ada dari pusat. Kalau ngga ada mau vaksin apa?,” kata Ati.

Ati juga mengaku, beberapa pekan lalu distrbusi vaksin sempat tersendat. Dimana terdapat kekosongan stok vaksin di kabupaten/kota.

“Tapi ngga berselang lama, beberapan hari kemudian sudah datang dan kita langsung distrbusikan ke kabupaten/kota,” ucapnya.

Saat disinggung berapa total pelajar SMA, SMK dan SKh yang belum mendapatkan vaksinasi, Ati mengaku tidak hafal. Meski begitu, dirinya menyebut, dari delapan kabupaten/kota paling banyak pelajar yang belum divaksin berada di Kabupate Tangerang.

“Untuk pelajar (yang belum divaksin) paling banyak di Kabupaten Tangerang. Kota Serang, Lebak sudah banyak (yang divaksin) hanya ada (sisa) beberapa ribu saja. Begitu juga yang SMP,” katanya.

Mengenai PTM sendiri, Ati menjelaskan, berdasarkan hasil rapat dengan Dinas Pendidikan kabupaten/kota bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dimana kabupaten/kota yamg masuk dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2 dan 3 boleh menyelengarakan PTM.

“Apakah online atau tatap muka orang tua bisa memilih. Choice (pilihan-red) itu harus ditawarkan untuk (wilayah yang masuk PPKM) level 2 dan 3. Dan syaratnya 50 persen dari kapasitas (sekolah) yang ada,” jelasnya.

Terkait berapa total vaksin yang telah didistrbusikan ke Banten, Ati juga mengaku tidak hafal.

“Jenisnya kan beda-beda. Ada satu vial 10 dosis, ada satu vial dua dosis, ada juga satu vial yang single dosis. Kalau saya (orang kesehatan) bicaranya dosis,” ujarnya.

Sementara, Sekretaris Komisi V DPRD Banten, Fitron Nur Ikhsan menilai, jika pelaksanaan PTM dan vaksinasi siswa SMA, SMK dan SKh bisa berjalan baik, maka ke depan para siswa yang sudah lebih dulu melakukan vaksinasi bisa dijadikan sebagai duta protokol kesehatan (prokes) di masyarakat.

“Selain pelaksanaan PTM ini penting sekali untuk kemudian kita akan menemukan pemodelan penyelenggaraan prokes yang ideal di sekolah. Prosesnya pasti akan membutuhkan waktu. Sambil jalan kita bisa melakukan penerapan dan evaluasi secara berkala. Mana mungkin itu bisa berjalan dengan baik mana kala pelaksanaan vaksinasinya masih belum optimal,” katanya.(Mir/Red)