KAB. SERANG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang memasang target ambisius pada tahun 2026. Sebanyak delapan desa berstatus Maju diproyeksikan naik kelas menjadi Desa Mandiri guna memenuhi target Indikator Kinerja Utama (IKU) pemerintah daerah.
Kepala DPMD Kabupaten Serang, Rudy Suhartono menegaskan, pencapaian target IKU ini sangat bergantung pada kemampuan desa dalam melakukan inventarisasi data Indeks Desa secara akurat dan mendalam.
Berdasarkan data terkini, Kabupaten Serang tercatat memiliki 23 desa mandiri, 113 desa maju, dan 190 desa berkembang yang memerlukan dorongan berkelanjutan agar statusnya terus meningkat.
“Desa itu harus paham dulu kurangnya di mana. Dari dimensi yang ada, mereka harus temukenali masalahnya. Jangan sampai ada fasilitas kesehatan atau pendidikan yang sudah ada tapi tidak terdata hanya karena salah paham status kepemilikan,” tegas Rudy, Jumat (24/4/2026).
Rudy mengungkapkan, tantangan terbesar saat ini adalah adanya salah pengertian di tingkat pemerintah desa dalam pengisian dimensi penilaian indeks desa.
Ia mencontohkan masih adanya desa yang tidak memasukkan fasilitas kesehatan milik swasta atau fasilitas pendidikan di wilayah perbatasan karena menganggap hal tersebut bukan bagian dari kinerja pemerintah daerah.
“Padahal, semua fasilitas yang memberikan pelayanan nyata kepada warga harus tetap didata sebagai bukti adanya kedekatan akses layanan bagi masyarakat setempat,” terangnya.
Untuk desa-desa yang masih tertahan di status berkembang seperti Desa Pulau Panjang, Rudy menyatakan perlunya intervensi lintas sektoral. Minimnya tenaga kesehatan dan fasilitas seperti Poskesdes menjadi penghambat utama status desa tersebut untuk naik ke level maju.
“Pulau Panjang tidak mungkin jadi maju kalau layanan kesehatan dasar saja belum ada. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk pengadaan tenaga P3K khusus di sana, bahkan jika perlu disiapkan rumah dinas agar petugas betah dan pelayanan maksimal,” jelas Rudy.
Rudy berharap melalui koordinasi intensif dengan dinas terkait, kendala fasilitas dasar ini dapat segera teratasi untuk mendongkrak skor indeks desa.
Saat ini DPMD sedang melakukan pemetaan terhadap desa-desa yang memiliki skor indeks mendekati ambang batas status mandiri untuk diberikan perlakuan atau treatment khusus.
Langkah inventarisasi ini dilakukan untuk memastikan desa-desa yang hanya membutuhkan sedikit dorongan tambahan dapat segera mencapai status mandiri sesuai target yang telah ditetapkan.
“Dengan pemahaman yang tepat mengenai kekurangan di setiap dimensi penilaian. Kami optimis target penambahan delapan desa mandiri pada tahun 2026 dapat terealisasi dengan baik,” ujar Rudy.
Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah
