Beranda Kesehatan Tanpa Pelamar, Sulitnya Mencari PNS Dokter Spesialis Untuk RSUD Cilegon

Tanpa Pelamar, Sulitnya Mencari PNS Dokter Spesialis Untuk RSUD Cilegon

ilustrasi dokter. (google.com)

CILEGON – Hingga batas waktu akhir pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada Selasa (15/10/2018) pukul 23.59 WIB tadi malam, Tim Verifikator CPNS online dari Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Cilegon sudah menerima sekira 3.411 pelamar. Namun demikian, seperti yang diberitakan sebelumnya jumlah itu tidak masuk pendaftar untuk jabatan sejumlah tenaga kesehatan seperti dokter spesialis ahli jiwa, bedah mulut, jantung, forensik, bedah syaraf dan radiologi.

Kabid Pengadaan Pemberhentian Pembinaan dan Kesejahteraan Administrasi Umum (P3KA) pada BKPP Cilegon, Lela Sulelah mengatakan kebutuhan tenaga dokter spesialis di atas merupakan sesuai dengan permintaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon.

“Kita menampung usulan dari RSUD, karena mereka memang kekurangan dokter spesialis. Memang kita memprediksi di awal kalau ini akan tidak ada pelamar, cuma karena katanya kan RSUD ada jaringan (calon-calon pelamar), tapi ternyata usianya rata-rata sudah 40 tahun, sementara di persyaratan maksimal 35 tahun,” ujarnya, Selasa (16/10/2018).

Dikatakan, sebelum resmi diusulkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan akhirnya dipublikasikan, pihaknya sudah meminta informasi terlebih dahulu dari seluruh OPD kaitan dengan keterbutuhan SDM. Dengan kondisi ketiadaan pelamar untuk jabatan di atas, otomatis kuota 230 kursi CPNS yang diperoleh Pemkot Cilegon pada tahun ini tidak dapat terserap penuh, sementara Pemkot Cilegon sendiri masih mengalami kekurangan banyak SDM.

“Kalau kita inginnya memang untuk jabatan itu khusus, batas usia calon pelamarnya bisa dibedakan. Tapi ya bagaimana, yang menentukan persayaratannya kan MenPAN dan BKN,” imbuhnya.

Sementara Direktur RSUD Cilegon, Zainoel Arifin mengaku pasrah dengan tidak adanya pelamar pada CPNS untuk jabatan jasa layanan medis yang mereka butuhkan saat ini. “Iya, (dokter) spesialis itu sekarang jarang ada yang mau jadi PNS. Di awal memang kita berharap ada peminatnya,” katanya melalui sambungan telepon.

Zainoel mengatakan, pihaknya sudah pro aktif menginformasikan lowongan jabatan tersebut hingga ke sejumlah lembaga perguruan tinggi. Dengan ketiadaan pelamar pada jabatan itu, kata dia, tak pelak pihaknya pun terpaksa hanya memanfaatkan SDM yang ada.

“Yang sekarang saja, dokter spesialis di kita itu ada yang (berstatus) tenaga kontrak dan BLU (status karyawan Badan Layanan Umum), karena dia juga merangkap di rumah sakit swasta, makanya dia ngga mau melamar jadi pegawai negeri,” tandasnya. (dev/red)