Beranda Cinta Tanda Kalau Kamu Belum Siap Menikah, Meski pun Sebenarnya Mau!

Tanda Kalau Kamu Belum Siap Menikah, Meski pun Sebenarnya Mau!

254
0
Ilustrasi - foto istimewa IDN Times

Saat usia sudah matang, wajar bila mulai terlintas tentang pernikahan di benakmu. Ditambah lagi, saat ini sudah ada seorang kekasih yang telah lama menemani hari-harimu.

Kedua orangtua kalian masing-masing pun sudah memberikan lampu hijau tanda setuju. Pekerjaan sudah di tangan dan tinggal tunggu waktu yang tepat saja untuk melangkah berdua ke pelaminan.

Namun kenyataannya memutuskan menikah bukan perkara semudah memilih baju di toko. Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan terlebih dahulu. Kesiapan seseorang untuk melepas masa lajang, tak hanya dilihat dari faktor usia dan kemampanan finansial semata.

Nah, bila lima tanda berikut masih menempel padamu, itu berarti menikah baru sebatas keinginan bagimu bukan karena sudah benar-benar siap. Apa saja sih? yuk simak daftarnya berikut ini.

1. Merasa iri ketika melihat teman menikah

Saat menerima undangan pernikahan dari teman, jangankan merasa ikut bahagia untuknya kamu justru merasa kesal. Bukan karena dia akan menikah dengan seorang pria yang pernah kamu suka tapi karena dia bisa menikah lebih dulu, meskipun usia kalian sepantaran.

Rasa iri itulah yang mendorongmu untuk ingin segera naik pelaminan juga. Bahkan kamu terkesan memaksakan diri untuk segera menikah. Ya kalau calonnya sudah ada, kalau kamu masih jomblo, gak mungkin kan mencari jodoh secara random.

2. Sibuk memikirkan pesta pernikahan yang mewah

Siapa sih yang gak mau pesta pernikahannya nanti digelar secara mewah dan meriah. Pasti mayoritas orang akan sangat senang bila resepsi pernikahannya berlangsung megah dan sesuai impian. Namun, yang terpenting dari sebuah pernikahan bukanlah resepsinya. Mau itu mewah atau sederhana sama saja, daripada sibuk berangan-angan akan membuat pesta semeriah apa, lebih baik memikirkan buat masa depan.

Orang yang benar-benar ingin membangun sebuah keluarga pasti akan berpikir jauh ke depan. Dia bakal mempersiapkan diri untuk masuk ke dunia baru yang bernama rumah tangga. Karena sejatinya pesta resepsi hanya acara semalam saja, kehidupan baru yang sesungguhnya baru akan dimulai setelahnya. Apakah kamu sudah benar-benar siap atau belum, itu yang utama.

3. Kamu terlalu menuntut berlebihan dari pasangan

Ketika kamu dan kekasih sudah sepakat untuk melanjutkan hubungan kalian ke pernikahan, tentu banyak hal yang perlu dipersiapkan. Mulai dari mencari tanggal, mengurus segala persyaratan untuk menikah sampai resepsi. Tentu seharusnya kalian telah sepakat tentang bagaimana nantinya rangkaian acara akan digelar.

Jika kamu memang telah siap untuk menikah tentunya, kamu juga sudah paham betul kalau pernikahan tak perlu dipaksa untuk jadi semegah mungkin. Misalkan soal mahar, atau seserahan yang menuntut pasangan untuk memberikannya melebihi kemampuan dia dan keluarganya.

Itu semua demi menaikan gengsi, karena jika mahar atau seserahan yang kamu dapatkan gak lebih “wah” dari teman-temanmu, kamu akan merasa malu. Come on, menikah bukan ajang pamer kekayaan ya, bukan pula kompetisi kecantikan. Ada banyak hal yang jauh lebih penting ketimbang sekedar menaikan gengsi.

4. Mudah berpindah ke lain hati

Telah memutuskan untuk menikah, tentunya kamu juga sudah memantabkan hati padanya seorang. Walau terkadang menyebalkan, dan kalian masih kerap terlibat perdebatan, tapi karena telah saling menerima tentunya itu gak bisa dijadikan alasan untuk berpaling apalagi berpisah begitu saja.

Kalau kamu masih mudah tergoda pesona orang lain di luar sana dan berniat untuk menduakannya, itu pertanda niatmu untuk menikah cuma sebatas kinginan. Bila saat pacaran saja, kamu sudah mudah main hati, bagaimana nanti kalau sudah menjadi suami istri, gak mau kan rumah tanggamu kandas hanya karena masalah sepele yang kekanak-kanakan.

5. Masih terselip ragu di dalam benakmu

Meskipun sudah sangat ingin menikah, namun diam-diam dalam benakmu masih tersisa ragu. Kamu masih saja bertanya apakah ini sebuah keputusan yang tepat. Bahkan dirimu sempat meragukan pasangan yang akan menjadi calon suami atau istrimu nanti. Padahal modal utama memulai rumah tangga adalah kepercayaan. Percaya pada diri sendiri dan juga pasangan.

Bila masih saja terbersit keraguan, itu berarti kamu belum benar-benar siap untuk menikah dengannya.

Sejatinya pernikahan adalah sebuah fase yang akan dilalui oleh siapapun. Cepat atau lambatnya, tergantung dari sampai mana kamu merasa siap dan yakin untuk menjalaninya. Memutuskan untuk menikah gak bisa diambil dengan dasar keinginan semata.

Ingat ya, menikah bukan sebuah kompetisi lari yang bersaing adu kecepatan untuk mencapai garis finish. Persiapkan dahulu mentalmu dengan matang, jangan gegabah bilang “ayo menikah”, kalau kamu belum sepenuhnya siap menjalaninya. (Red)

Sumber : IDN Times