SERANG – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten memastikan tambang galian C di Lingkungan Sitauan Kidul, Kelurahan Umbul Tengah, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, yang menjadi lokasi tewasnya dua bocah akibat tenggelam, merupakan tambang ilegal.
Sebelumnya, dua bocah bernama Adam (8) dan Fattah (7) ditemukan meninggal dunia di bekas galian tambang tersebut pada Minggu (26/1/2026). Keduanya ditemukan warga sekitar pukul 00.00 WIB dalam kondisi mengambang, setelah dilaporkan hilang sejak sore hari.
Selain lokasi kejadian tersebut, diketahui terdapat beberapa tambang lain di Kelurahan Umbul Tengah dengan jarak yang tidak terlalu jauh.
Kepala Dinas ESDM Banten, Ari James Faraddy, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin pertambangan galian C di wilayah Kota Serang. Dengan demikian, seluruh aktivitas tambang di kawasan tersebut dipastikan melanggar ketentuan.
“Semuanya enggak ada izinnya yang kami keluarkan di Kota Serang. Dipastikan ilegal karena tidak berizin,” ujar Ari saat dihubungi, Senin (26/1/2026).
Terkait tindak lanjut, Dinas ESDM Banten berkomitmen untuk menutup aktivitas tambang ilegal tersebut. Penutupan akan dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat penegak hukum sesuai kewenangan masing-masing.
“Berita acara yang kami buat terkait lokasi tambang di Kota Serang akan diteruskan ke aparat penegak hukum atau ke Gakkum ESDM. Selanjutnya akan diproses bahwa itu tambang ilegal, sehingga penutupan bisa dilakukan oleh aparat kepolisian hingga Polda Banten,” jelasnya.
Ari mengaku prihatin atas peristiwa tersebut dan berharap dengan ditutupnya tambang ilegal, tidak ada lagi kejadian serupa di kemudian hari.
“Kami sangat miris melihat kejadian seperti ini. Semoga tidak terjadi lagi anak-anak bermain di lokasi tambang, karena tambang itu sangat berbahaya,” ucapnya.
Sementara itu, Kapolsek Taktakan AKP Malik Abraham mengatakan peristiwa tewasnya Adam dan Fattah merupakan kejadian kedua dalam sepekan terakhir di wilayah tersebut.
Pada kejadian sebelumnya, seorang anak berusia 10 tahun juga dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di kubangan bekas galian C yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian terbaru.
“Iya, ini kejadian kedua. Kalau yang sekarang dugaan sementara korban tenggelam saat bermain. Kalau kejadian Jumat, korban sedang memancing,” kata Malik.
Penulis: Audindra Kusuma
Editor: Usman Temposo
