Beranda Gaya Hidup Tak Usah Diambil Hati, Begini Sikap Bijak Menanggapi Nyinyiran Orang

Tak Usah Diambil Hati, Begini Sikap Bijak Menanggapi Nyinyiran Orang

Ilustrasi - foto istimewa gobagi.com

Omongan pedas orang lain terkadang membuat kita nelangsa. Apalagi jika omongan tersebut bermaksud merendahkan kemampuan diri seseorang. Saat kondisi itu terjadi, manusia cenderung membela diri sebagai bentuk perlawanan menolak cemoohan orang.

Namun demikian, jika kita berpikir positif, cemoohan orang lain sebenarnya bisa menjadi trigger bagi kita untuk berubah lebih baik lagi. Saat orang lain meremehkan kita, bukan berarti kita juga balik meremehkan dan merendahkan orang tersebut.

Tak ada salahnya bersikap dewasa dalam menghadapi momen ini. Berikut ini lima sikap bijak yang bisa kita lakukan dalam menanggapi cemoohan dari orang lain.

1. Jadikan cemoohan orang sebagai motivasi untuk menggali potensi diri

Tanggapi cemoohan orang yang kita terima sebagai motivasi untuk bangkit. Gali lagi potensi diri kita yang mungkin selama ini terkubur. Cemoohan ibarat alarm dari semesta yang membangunkan kita agar segera bertindak. Tak perlu membalas cemoohan dengan saling serang ke orang yang meremehkanmu.

Jika potensi dirimu adalah menulis, mulailah merangkai kata dan perkaya diksimu lewat membaca. Seperti kata musisi Muhammad Tulus, “Buktikan sekarang, angkat penamu tulis, bila gemar menulis,”

Jadi, mulailah berdiri tegak dan lakukan yang terbaik untuk hidupmu. Diremehkan itu gak akan membuat kita serta merta tumbang kok.

2. Jadikan cemoohan orang sebagai sarana melatih kesabaran

Latihan sabar yang sesungguhnya adalah saat kita dicemoohi orang habis-habisan. Kita seolah dibuat tak berdaya dengan kalimat negatif orang lain yang tujuannya memojokkan diri kita agar menyerah pada hidup. Jangan bawa perasaan, anjing menggonggong, khafilah berlalu. Omongan mereka hanya sebatas ujung lidah saja.

Kita hanya perlu bersabar dan terus mempersiapkan diri untuk membalas cemoohan mereka lewat kesuksesan kita. Tak perlu membuang waktu meladeni cemoohan orang, sabar dan teruslah menata hati agar menjadi tenang. Ketika kita bersabar dan menahan lisan untuk membalas ocehan mereka, dengan sendirinya orang lain yang sibuk mencemoohi kita akan menyerah dan diam.

3. Yakinlah bahwa cemoohan adalah ujian hidup, harus dilewati

Tidak bisa dipungkiri bahwa tidak semua manusia menyukai kita. Ada yang mendukung, dan sebaliknya menyerang kita karena tidak suka. Semuanya adalah ujian, dan cara terbaik untuk menghadapi ujian itu adalah menjalani segala dinamika dengan kepala dingin.

Cerna lagi setiap cemoohan sebagai bahan merefleksikan diri untuk berubah ke arah yang lebih baik. Ketahuilah, cemoohan tak lain adalah bumbu dari kehidupan dunia. jika kita menerima tanpa membalas omongan orang, itu sudah jadi poin positif yang bernilai di mata Tuhan.

Jangan gentar meski disentil kalimat pedas, jadikan momen itu untuk mengubah kehidupan kita menjadi lebih baik. Karena setiap dari kita tentu ingin lebih baik dari hari kemarin kan.

4. Meski cemoohan itu perih, memaafkan mereka jauh lebih baik

Kadang setan suka berbisik, “Untuk apa memaafkan orang yang sudah menghinamu, balas dia kembali.” Sudahlah, membalas keburukan dengan keburukan lagi tidak akan membuat hidup kita bahagia. Justru dengan melakukan kebaikan maka akan membuat suasana hati lebih syahdu.

Coba kita pikir, mungkin mereka yang selama ini sibuk mencemooh kita sedang tidak sadar bahwa tengah melakukan suatu kesalahan. Entah mungkin mereka lupa. Namanya saja manusia, tidak pernah lepas dari salah dan dosa. Untuk itu memaafkan mereka yang sudah berbuat tidak baik pada kita adalah nilai plus di mata Tuhan.

Menjadi pemaaf adalah cara terbaik menaklukkan cemoohan orang. Semoga dengan kita memaafkan orang lain, mereka yang tadinya sibuk mencemooh, akan tersadar dan siap membuka lembaran baru untuk menjadi pribadi yang baik.

5. Biarlah mereka mencemooh, kita jangan gentar mempersiapkan bekal menuju kesuksesan

Setiap orang pasti punya impian yang ingin diwujudkan. Jangan sampai ejekan dari orang lain membunuh mental kita meraih mimpi. Jangan pernah gentar mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi yang siap meraih kesuksesan. Raihlah mimpi dengan penuh perjuangan.

Ketika mereka sibuk mencemooh, kita juga harus sibuk mempersiapkan diri memperbaiki hidup kita. Anggap saja cemoohan orang sebagai bahan bakar yang menyulut semangat kita untuk maju, maju untuk membuktikan bahwa setiap orang punya kesempatan meraih masa depan yang baik dengan doa dan berusaha.

Ingatlah ungkapan bahasa Arab yang akrab di telinga kita, “Man jadda wa jada,” barang siapa bersungguh-sungguh, pasti akan mendapatkan hasil. Jangan biarkan cemoohan orang lain mengubur impian kita untuk meraih masa depan. Tetap semangat ya.

Sumber : IDN Times