Beranda Kuliner Tak Perlu Tunggu Idul Adha, Warkop di Pandeglang Ini Jual Gemblong Cocol...

Tak Perlu Tunggu Idul Adha, Warkop di Pandeglang Ini Jual Gemblong Cocol Semur Tiap Hari

Warkop Waroeng Ibu di Wisata Kuliner Gedung Juang, Pandeglang, menghadirkan gemblong cocol semur sebagai menu andalan setiap hari. (Foto: Madani Prasetia/BantenNews.co.id)

PANDEGLANG – Di tengah maraknya menu kopi kekinian dan ayam geprek, sebuah warung kopi di kawasan Wisata Kuliner Gedung Juang Pandeglang justru memilih konsep berbeda.

Waroeng Ibu (Warbu) menghadirkan gemblong cocol semur sebagai menu andalan yang tersedia setiap hari. Makanan tradisional tersebut biasanya hanya mudah ditemui saat momen Hari Raya Idul Adha.

Warbu berlokasi di Blok A Wisata Kuliner Gedung Juang, tepat di samping Kantor Pos Pandeglang. Meski baru beroperasi sekitar empat bulan, menu tradisional yang ditawarkan justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelanggan.

Pemilik Warbu, Enong Maesaroh, mengatakan dirinya sengaja mengangkat makanan khas Pandeglang agar warga yang merantau dan pulang kampung dapat menikmati kembali cita rasa khas daerah tanpa harus menunggu Lebaran Haji.

“Gemblong cocol semur yang biasanya adanya setahun sekali, di sini insyaallah ada setiap hari. Biar orang Pandeglang yang merantau kalau pulang kampung tetap bisa makan gemblong,” kata Enong, Sabtu (29/8/2026).

Gemblong disajikan bersama uli dan semur daging, menghasilkan perpaduan rasa gurih dan manis yang lekat dengan tradisi kuliner masyarakat Pandeglang. Menu tersebut pun kini menjadi salah satu hidangan favorit di Warbu.

Menurut Enong, sejumlah pelanggan bahkan datang bukan untuk menikmati kopi, melainkan khusus mencari gemblong cocol semur dan uli.

“Alhamdulillah sekarang jadi menu andalan. Banyak yang datang memang sengaja mencari gemblong, cocol semur, sama uli,” ujarnya.

Selain menu tradisional, Warbu juga menyediakan berbagai pilihan makanan dan minuman lainnya, seperti ayam geprek, ayam penyet cabai hijau, hingga aneka kopi.

Harga yang ditawarkan juga relatif terjangkau. Menu pisang, ubi, dan singkong rebus dibanderol mulai Rp5 ribu, sementara satu paket gemblong cocol semur dijual seharga Rp25 ribu.

Baca Juga :  Lima Makanan Khas Banten yang Bisa Jadi Oleh-oleh

Enong mengatakan, dirinya tidak ingin Warbu sekadar mengikuti tren kuliner modern. Ia justru ingin makanan tradisional tetap dikenal oleh generasi muda sekaligus menjadi bagian dari identitas kuliner Pandeglang.

“Sekarang banyak makanan franchise yang kekinian. Kami ingin kearifan lokal tetap diangkat, supaya makanan tradisional Pandeglang tidak hilang,” tuturnya.

Penulis: Mg-Madani Prasetia
Editor: Usman Temposo