Beranda Pemerintahan Tahun Depan Disperindag Akan Rangkul Pelaku Usaha dan Petani

Tahun Depan Disperindag Akan Rangkul Pelaku Usaha dan Petani

Pelaksana Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Pandeglang, Ida Sofrida. (Memed/bantennews.co.id)

PANDEGLANG – Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM (Disperindag ESDM) Kabupaten Pandeglang merencanakan tahun 2019 bakal mengadakan Focus Group Discussion (FGD) kepada pelaku usaha dan para petani, tujuannya agar hasil produksi yang dihasilkan bisa dipasarkan sampai ke luar wilayah Pandeglang.

Pelaksana Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Pandeglang, Ida Sofrida mengatakan, pada tahun 2019 pihaknya akan merangkul para pelaku usaha, petani dan pengrajin yang ada di Pandeglang, untuk mengikuti FGD agar hasil produksinya bisa dipasarkan secara luas.

“Kita tahun depan akan mengadakan FGD, dengan merangkul para pelaku usaha agar produk yang dihasilkan bisa dipasarkan di dalam dan luar daerah. Jadi Pesertanya itu, para pelaku usaha, petani dan pengrajin yang nantinya akan berkordinasi dengan Disperindag Provinsi Banten,” katanya, Sabtu (8/12/2018).

Kata Ida, nantinya yang bakal menjadi narasumber dalam kegiatan itu adalah perwakilan dari Disperindag Provinsi Banten, alasannya karena Disperindag provinsi sudah memiliki pengalaman dengan membawa langsung para pelaku usaha berkunjung ke luar daerah. Bentuk kegiatannya seperti sosialisasi atau Bimbingan Teknik (Bimtek) pada pelaju usaha, nanti di dalamnya akan diberikan pengarahan bagaimana cara produknya bisa dipasarkan sampai keluar daerah.

“Kalau mereka (Disperindag Provinsi) sering membawa para pelaku usah ke luar daerah misalkan ke Surabaya atau daerah lainnya. Kalau kami baru FGD aja dulu, nanti narasumbernya kami ambil dari Provinsi,” terangnya.

Disperindag juga akan melakukan FGD terhadap para petani dengan Sistem Resi Gudang (SRG) dengan memfasilitasi para petani, karena fenomena jatuh harga pada komoditas pertanian merupakan masalah laten yang sangat merugikan petani. Untuk menghindari kerugian akibat anjlok harga saat panen raya, secara teori petani dapat melakukan tunda jual. Namun, sebagian besar petani tidak memilih alternatif tunda jual karena mereka membutuhkan uang tunai untuk biaya tanam selanjutnya.

“Oleh karena itu, diperlukan sebuah alternatif model pemasaran yang memungkinkan petani dapat melakukan tunda jual sekaligus masih dapat memperoleh uang tunai. Salah satu model pemasaran alternatif tersebut adalah Sistem Resi Gudang (SRG),” tambahnya. (Med/Red)