Beranda Opini Tahan Banting Pengusaha Muda di Masa Pandemi

Tahan Banting Pengusaha Muda di Masa Pandemi

Ilustrasi - foto istimewa IDN Times

Oleh : Eklis Anan Dinika,                        Mahasiswi Prodi Sekretari Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang

Tahun 2020 merupakan tahun yang ditunggu-tunggu bagi sebagian orang yang telah merencanakan untuk memulai usaha atau untuk ekspansi dan pengembangan usaha, sejak akhir 2019 kita semua sudah mendengar desas-desus kabar tentang penyakit menular yang menyerang salah satu kota di negara Tiongkok, satu demi satu negara pun melaporkan kemunculan kasus tentang gejala penyakit tersebut. Pada awal 2020 tepatnya pada tanggal 1 januari, negara kita dilanda banjir besar yang menerjang beberapa kota , termasuk ibu kota Jakarta. Uluran tangan para dermawan pun mengalir untuk membantu mereka yang terdampak banjir.

Awal Maret 2020 kita semua mendengar kabar buruk bahawa penyakit menular yang bernama Covid-19 tersebut masuk ke negara kita Indonesia, kepanikan masyarakat pun semakin tinggi dan semakin menjadi, langkah-langkah tegas mulai diambil oleh pemerintah pusat untuk mencegah terjadinya penularan virus tersebut, banyak masyarakat yang kelihangan mata pencarian, segala upaya dilakukan agar tetap dapat bertahan hidup, banyak perusahaan yang mengeluarkan kebijakan dan mengambil keputusan sepihak dengan cara melakukan PHK ataupun mengistirahatkan karyawannya, pemerintah pun tak tinggal diam, menutup segala aspek dan sektor yang berkaitan dengan berkerumunnya orang-orang, termasuk banyak yang dirumahkan atau bekerja dari rumah.





Pada masa pandemi Covid-19 semua orang merasa keadaan seperti ini adalah keadaan yang sulit untuk dijalani dan dilewati terutama bagi rakyat kalangan menengah ke bawah, semua orang harus tahan banting dalam menghadapi persoalan seperti ini, parah pelaku UMKM harus mengatur dan memonitoring finansial agar usaha mereka terus berjalan, tapi ada sebagian oknum yang memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup pundi-pundi rupiah tanpa memikirkan risiko dan keadaan banyak orang dengan cara menimbun cadangan masker membelinya dengan harga semurah mungkin dan menjualnya dengan harga melejit.

Kebanyakan para pelaku bisnis di seluruh dunia saat ini sedang merasa cemas dan panik karena adanya krisis ekonomi yang menyebar luas hampir di seluruh dunia karena pandemi Covid-19 atau virus Corona. Alasannya tentu saja para pebisnis khawatir usaha mereka bisa terkena efek negatif karena krisis. Agar bisa menghindari diri dari rasa panik tersebut, maka Anda harus memahami berbagai sektor bisnis mana saja yang tahan krisis. Saat ini, kondisi krisis selalu menyisakan ketidakpastian. Setiap perusahaan, konsumen, dan bahkan pemerintah selalu berusaha keras dalam memahami apa yang saat ini sedang terjadi, dan berusaha mengambil tindakan yang tepat dalam mengatasi seluruh permasalahan ini.

Dengan adanya situasi tersebut, maka kita harus mampu mencari setiap celah sempit dari setiap peluang yang timbul di permuakaan pasar dengan tanpa harus menunggu momentum tertentu. Berbagai peluang ini bisa timbul dari adanya kebutuhan masyarakat yang belum bisa dipenuhi secara menyeluruh, atau pasar belum bisa menemukan solusi yang ampuh. Kedua komponen ini bisa menimbulkan beberapa peluang usaha yang tahan terhadap goncangan krisis dan bisa dioperasikan dengan baik.

Untuk hal ini, terdapat beberapa sektor bisnis yang dianggap sangat tahan akan krisis, yaitu bisnis usaha makanan dan minuman, kebutuhan bahan pokok, jasa atau produk kesehatan, usaha pelatihan dan pendidikan, bisnis sektor digital, dan eksportir perhiasan mutiara. Agar lebih jelas lagi, mari kita bahas ke tujuh sektor tersebut melalui penjelasan berikut ini.

1. Usaha Makanan dan Minuman Adalah Bisnis yang Paling Tahan Krisis

Bisnis usaha perdagangan makanan dan minuman dinilai sebagai salah satu sektor bisnis yang sangat tahan akan krisis ekonomi karena masyarakat selalu membutuhkan makanan dan minuman dalam keadaan atau kondisi apapun, bahkan di kondisi yang paling sulit sekalipun. Sehingga, sektor makanan dan minuman ini tidak pernah kehilangan pelanggannya.

Selain itu, bisnis yang bergerak di sektor ini juga dinilai hanya memerlukan dana yang cenderung kecil, kebutuhan tenaga kerjanya pun tidak terlalu banyak, tapi margin labanya cukup besar dan perputaran arus kasnya pun cepat. Faktor-faktor inilah yang membuat sektor bisnis usaha makanan dan minuman sulit menjadi korban krisis.

Bisnis kuliner ini mungkin saja mengalami penurunan pendapatan saat krisis ekonomi sedang melanda. Namun, adanya perputaran uang yang besar dalam kurun waktu yang cepat mampu membuat sektor bisnis ini tidak mempunyai alasan yang tepat untuk mengalami kebangkrutan.

Para pelaku bisnis usaha makanan dan minuman ini bisa saja menjalankan strategi peningkatan pendapatan dengan cara berinovasi sesuai dengan perubahan perilaku pelanggan dari tahun ke tahunnya.

Tapi yang jelas, integritas dalam jiwa setiap pebisnis sangatlah diperlukan demi menimbulkan peluang usaha guna mendapatkan rasa kepercayaan konsumen, terlebih lagi ketika adanya banyak kompetitor yang tidak mampu memenuhi janjinya pada konsumen.

Oleh karena itu, manfaatkanlah sektor bisnis ini ketika dalam keadaan krisis ekonomi agar Anda bisa tetap mendapatkan pelanggan walau sedang keadaan sulit sekalipun.

2. Produk Olahan Ikan

Bisnis olahan ekspor ikan ini bisa Anda coba manfaatkan di saat krisis. Bahkan, bisnis olahan ikan atau frozen food ini ternyata mampu mendatangkan keuntungan yang lebih besar daripada penjualan ikan segar. Kenapa? Karena produk olahan ikan harus melalui berbagai proses pembersihan sampai pengemasan sebelum pada akhirnya harus tiba di tangan para pelanggan.

Beberapa produk olahan ikan yang memiliki potensi besar untuk bisa dikirim ke luar negeri adalah ikan kaleng, bandeng presto, ikan kering, ikan asin, ikan asap, abon ikan, tepung ikan, hingga aneka frozen food (sosis, bakso, fillet, nugget).

Dengan Anda melakukan proses pengolahan tersebut, maka produk ikan Anda akan menjadi lebih awet, tahan lama, dan pastinya memiliki nilai jual yang tinggi. Semakin berkualitas produk olahan ikan Anda, maka produk tersebut bisa dijadikan sebagai komoditi ekspor yang sangat menguntungkan meski sedang dalam keadaan krisis ekonomi sekalipun.

3. Usaha Kebutuhan Bahan Pokok

Sama seperti sektor bisnis usaha makanan dan minuman, bahan pangan pokok adalah salah satu kebutuhan utama masyarakat yang tidak bisa diabaikan meski dalam kondisi apapun, termasuk dalam kondisi krisis ekonomi. Hal tersebut membuat bisnis usaha kebutuhan bahan pokok menjadi salah satu sektor bisnis yang tahan krisis ekonomi.

Walaupun memang timbul fluktuasi harga komoditas yang disebabkan faktor supply and demand, tapi faktor tersebut tidak akan menimbulkan masalah yang besar hingga mampu membuat sektor usaha ini menjadi bangkrut. Anda hanya cukup melakukan menajemen keuangan secara cermat, khususnya dalam mengelola modal kerja, sehingga Anda bisa mengambil peluang yang ada saat harga sedang anjlok dan bisa tetap bertahan sekalipun harga bahan pokok sedang turun. Selain itu, Anda juga harus tetap mencari potensi yang tepat dalam mempertahankan bisnis ini di saat kondisi krisis ekonomi.

4. Usaha Jasa atau Produk Kesehatan

Pada dasarnya, masyarakat Indonesia akan tetap memerlukan jasa layanan dan produk kesehatan sebagai salah satu keperluan penting agar mampu bertahan hidup walau dalam krisis sekalipun. Oleh karena itu, para tenaga kesehatan harus selalu menjamin kesehatan masyarakatnya. Terlebih lagi saat masa krisis karena pandemi Covid-19 yang tengah terjadi di seluruh negara seperti sekarang.

Seluruh latar belakang di atas menjadi alasan tepat yang membuat bisnis kesehatan menjadi bisnis yang tahan krisis.

Keperluan dan kebutuhan dalam menjaga serta memulihkan kesehatan tubuh tidak akan pernah surut kerena berbagai kondisi apapun, sehingga bisa Anda jadikan potensi bisnis yang bagus, sekaligus membantu masyarakat dalam memenuhi seluruh kebutuhan kesehatannya.

5. Usaha Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Pada saat krisis, walau itu krisis sosial, politik, kesehatan, bahkan ekonomi sekalipun, sektor jasa pendidikan selalu dibutuhkan di seluruh negara. Kenapa? Karena keperluan akan belajar adalah keperluan yang selamanya tidak akan pernah pudar di tengah masyarakat, walau dalam berbagai kondisi krisis sekalipun.

Masa krisis bahkan dinilai sebagai momentum yang sangat tepat, karena sebagian orang akan berusaha mengevaluasi diri dan menilai dirinya memperlukan pengetahuan yang banyak agar bisa terus mengembangkan dirinya. Oleh karena itu, bisnis di industri pendidikan dan pelatihan menjadi bisnis yang tahan krisis.

6. Bisnis Digital

Salah satu dari deretan sektor bisnis yang diklaim paling mampu bertahan dalam keadaan krisis sekalipun adalah bisnis digital. Kita tidak bisa memungkiri bahwa perkembangan teknologi digital saat ini mampu memeberikan pencerahan untuk masyarakat dan mampu memfasilitasi bahkan mengembangkan berbagai sektor bisnis lainnya.

Dalam prosesnya, bisnis digital malah diklaim menjadi suatu solusi yang ampuh untuk sebagian masyarakat yang ingin menyelesaikan berbagai masalah, bahkan mampu membantu masyarakat untuk keluar dari masa krisisnya.

Contohnya saja seperti video conference yang mampu membantu karyawan agar bisa tetap bertatap muka dari jarak jauh dan mampu menyelesaikan berbagai masalah di masa krisis kesehatan karena pandemi Covid-19.

7. Eksportir Perhiasan Mutiara

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman hayati bawah laut yang sangat luar biasa. Bukan hanya tentang ikan atau seafood yang sebagian besar digunakan untuk di konsumsi, namun hasil laut di dalamnya juga bisa dijadikan bisnis yang menguntungkan asalkan Anda cermat dalam melihatnya.

Contohnya saja eskpor mutiara yang merupakan salah satu perhiasan unggul produk nusantara. Adanya kesan yang mewah dan berkelas pada mutiara mampu membuat harga jualnya sangat tinggi dan tidak terpengaruh dengan kurs rupiah sekalipun. Bahkan, peminat dari dalam negeripun sangat tinggi.

Setiap yang dilakukan oleh para pengusaha dan pelaku UMKM merupakan usaha terbaik yang telah dilakukan, di tengah merosotnya ekonomi kita harus tetap kuat dan taham banting dalam menjalani kehidupan di masa pandemi sepergi ini, hidup terus berlanjut, jangan sampai kita semua menyerah dengan keaadan seperti ini.

(***)