SERANG – Survei Politik Indonesia (SPI) merilis hasil Survei Kepuasan Publik terhadap kinerja Gubernur Banten Andra Soni yang menunjukkan mayoritas masyarakat memberikan penilaian positif terhadap arah kepemimpinan dan pembangunan di Provinsi Banten.
Hasil survei menunjukkan Indeks Kepuasan Publik terhadap kinerja Gubernur Banten Andra Soni mencapai 77,33 yang masuk dalam kategori memuaskan. Temuan ini menunjukkan masyarakat menilai kinerja Pemerintah Provinsi Banten berada pada jalur yang positif dalam menjalankan agenda pembangunan daerah.
Koordinator Riset Survei Politik Indonesia (SPI), Siti Nur Aisyah atau yang akrab disapa Aca, menjelaskan secara umum publik menilai berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah provinsi mulai memberikan dampak yang dirasakan masyarakat.
“Indeks kepuasan sebesar 77,33 menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat menilai kepemimpinan Gubernur Andra Soni berjalan pada arah yang positif dan berada di atas ambang kepuasan publik,” ujar Aca.
Dalam survei tersebut, kebermanfaatan infrastruktur menjadi aspek dengan penilaian tertinggi dari masyarakat dengan nilai 80,27 yang juga masuk kategori memuaskan. Selain itu, sejumlah indikator lain turut memperoleh penilaian positif dari masyarakat, di antaranya kesesuaian infrastruktur sebesar 78,20, kinerja Gubernur Andra Soni sebesar 77,33, peningkatan ekonomi daerah sebesar 76,20, serta kualitas infrastruktur sebesar 75,47.
Menurut Aca, hasil tersebut menunjukkan pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah provinsi mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Nilai kebermanfaatan infrastruktur yang mencapai 80,27 menunjukkan bahwa pembangunan yang dilakukan tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Meski mayoritas indikator memperoleh penilaian memuaskan, survei ini juga mencatat beberapa aspek yang masih perlu mendapat perhatian pemerintah daerah. Dua indikator yang memperoleh nilai relatif lebih rendah adalah peningkatan kesempatan kerja dengan nilai 71,67 serta pemerataan infrastruktur dengan nilai 66,73.
Menurut Aca, temuan tersebut menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan dapat dirasakan lebih merata di seluruh wilayah Provinsi Banten serta berdampak pada peningkatan lapangan kerja.
“Publik pada dasarnya melihat arah pembangunan yang positif. Namun, masyarakat juga menaruh perhatian pada bagaimana pembangunan dapat dirasakan lebih merata serta mampu mendorong peningkatan kesempatan kerja di daerah,” jelasnya.
Survei ini juga menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Gubernur Banten melampaui basis pemilih awal pada Pilkada 2024. Sebanyak 73 persen responden mengaku memilih pasangan Andra Soni–Dimyati pada Pilkada 2024. Namun jika melihat penilaian terhadap kinerja gubernur, sebanyak 93 persen responden menyatakan puas dan sangat puas terhadap kinerja pemerintahan saat ini.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa sebagian responden yang pada Pilkada tidak memilih pasangan tersebut kini juga memberikan penilaian positif terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Banten.
Menurut Aca, hal ini mencerminkan adanya kecenderungan penerimaan publik yang semakin luas terhadap kepemimpinan pemerintah provinsi saat ini.
“Artinya, kepuasan terhadap kinerja gubernur tidak hanya datang dari pemilih awal, tetapi juga dari sebagian masyarakat yang sebelumnya tidak memilih pasangan ini,” ujarnya.
Menanggapi dinamika pemberitaan terkait realisasi belanja modal pada awal tahun anggaran, SPI menilai kondisi tersebut perlu dilihat dalam konteks siklus pengelolaan anggaran pemerintahan daerah. Pada awal tahun anggaran, realisasi belanja modal umumnya masih berada pada tahap perencanaan teknis, proses pengadaan, serta penyesuaian program kerja di masing-masing perangkat daerah.
Namun demikian, menurut Aca, hasil survei menunjukkan bahwa perhatian publik tidak hanya tertuju pada besaran anggaran, tetapi juga pada bagaimana pembangunan dapat dirasakan secara merata serta mampu membuka peluang kerja bagi masyarakat.
“Temuan survei menunjukkan bahwa dua isu yang paling menjadi perhatian publik adalah pemerataan pembangunan infrastruktur serta dampaknya terhadap peningkatan kesempatan kerja,” jelasnya.
Survei Kepuasan Publik terhadap Kinerja Gubernur Provinsi Banten ini dilakukan oleh Survei Politik Indonesia (SPI) dengan pendekatan survei kuantitatif menggunakan instrumen kuesioner untuk mengukur persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah provinsi.
Survei dilakukan pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026 dengan melibatkan 384 responden yang tersebar di delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling, yaitu responden dipilih berdasarkan masyarakat yang secara kebetulan ditemui oleh enumerator dan bersedia memberikan jawaban terhadap kuesioner survei.
Survei ini mengukur sejumlah indikator utama, antara lain pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi daerah, kesempatan kerja, pemerataan pembangunan, serta persepsi publik terhadap kepemimpinan Gubernur Banten.
Tim Redaksi
