Beranda Peristiwa Sudah Sepekan Menggunung, Sampah di Kolong Flyover Ciputat Hanya Ditutup Terpal

Sudah Sepekan Menggunung, Sampah di Kolong Flyover Ciputat Hanya Ditutup Terpal

Tumpukan sampah yang menggunung di kolong Flyover Ciputat, Kota Tangerang Selatan, hingga kini belum diangkut

TANGSEL — Tumpukan sampah yang menggunung di kolong Flyover Ciputat, Kota Tangerang Selatan, hingga kini belum diangkut. Setelah dibiarkan menumpuk lebih dari sepekan, sampah tersebut hanya ditutup menggunakan terpal oleh petugas kecamatan dan kelurahan pada Minggu (14/12/2025).

Penutupan dilakukan tanpa disertai pengangkutan, sehingga bau busuk dan limbah cair tetap mencemari lingkungan sekitar. Berdasarkan pantauan Bantennews.co.id di lokasi sekitar pukul 17.30 WIB, terpal hanya menutupi sebagian besar tumpukan sampah di kolong flyover.

Sementara itu, sampah masih terlihat meluber ke sejumlah titik lain, seperti di trotoar depan Masjid Agung Al Jihad dan sepanjang Jalan Dewi Sartika. Aroma menyengat tercium kuat di sepanjang jalan, disertai aliran air lindi berwarna hitam yang keluar dari sela-sela tumpukan plastik sampah. Belatung juga tampak bermunculan dari limbah rumah tangga yang membusuk.

Luki Setiawan (30), warga sekitar, mengatakan penutupan sampah dilakukan sejak pagi hari. Namun, ia mengaku tidak mendapat penjelasan jelas terkait tujuan penutupan tersebut.

“Tadi pagi ditutup pakai terpal. Katanya cuma buat ngurangin bau,” ujar Luki saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, penutupan tanpa pengangkutan justru terkesan sebagai bentuk pembiaran.

“Ditutup begini tapi enggak diangkut, ya sama saja. Baunya tetap ada,” katanya.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Pratama (34). Ia menilai penutupan sampah dengan terpal bukan solusi atas persoalan yang terjadi.

“Ini cuma ditutup biar kelihatan rapi. Padahal sampahnya masih ada. Sudah seminggu lebih dibiarkan,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Cipayung, Dini Nurlianti, membenarkan adanya penutupan tumpukan sampah di kolong flyover tersebut. Menurutnya, langkah itu dilakukan sebagai upaya sementara untuk menahan penyebaran sampah liar.

“Sampahnya makin melebar dan sempat menutup separuh badan jalan, jadi kami tutup dulu,” kata Dini.

Baca Juga :  Anak Tiri di Pandeglang Tega Gorok Leher Ibunya

Ia menjelaskan, sampah di lokasi tersebut diduga berasal dari pembuangan liar oleh warga dari luar wilayah Cipayung. Untuk mencegah penambahan volume sampah, pihak kelurahan bersama warga melakukan penjagaan selama 24 jam.

“Untuk sementara, kelurahan bersama warga melakukan penjagaan agar tidak ada pembuangan sampah tambahan,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak dinas terkait masih meminta masyarakat bersabar terkait persoalan penanganan sampah yang terjadi di Kota Tangerang Selatan dalam beberapa waktu terakhir.

Penulis: Ahmad Rizki
Editor: Usman Temposo