SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mulai menyiapkan pembangunan stadion mini atau sport center mini di enam kecamatan.
Program tersebut bertujuan memperluas akses fasilitas olahraga sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap Stadion Maulana Yusuf (MY) yang selama ini menjadi pusat kegiatan olahraga.
Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang, Zeka Bachtiar mengatakan, pembangunan stadion mini menjadi bagian dari program Serang Sehat yang masuk dalam agenda prioritas pemerintah daerah.
“Selama ini fasilitas olahraga terpusat di Stadion Maulana Yusuf. Ke depan kami akan membangun stadion mini di setiap kecamatan agar masyarakat lebih mudah berolahraga,” kata Zeka, Jumat (29/5/2026).
Menurutnya, keberadaan stadion mini akan mendekatkan fasilitas olahraga ke masyarakat sekaligus membuka ruang pembinaan atlet di tingkat kecamatan.
Warga nantinya tidak perlu datang ke pusat kota untuk berolahraga karena setiap kecamatan memiliki fasilitas olahraga sendiri yang dapat dimanfaatkan berbagai kalangan.
Saat ini Disparpora Kota Serang tengah berkoordinasi dengan enam kecamatan untuk menentukan lokasi pembangunan. Pemerintah meminta setiap camat menginventarisasi lahan yang memenuhi syarat agar proses pembangunan dapat segera berjalan.
“Kami meminta masing-masing kecamatan menyiapkan lahan yang strategis dan siap digunakan untuk pembangunan,” ujarnya.
Zeka menjelaskan, pemerintah membutuhkan lahan sekitar 160 meter x 150 meter dengan kondisi relatif datar. Persyaratan tersebut bertujuan menekan biaya pembangunan karena pemerintah tidak perlu melakukan pekerjaan tambahan seperti pengurukan atau pematangan lahan.
Selain lapangan sepak bola, stadion mini juga akan menampung berbagai cabang olahraga lain seperti atletik, hoki, dan panahan.
“Fasilitas ini tidak hanya untuk sepak bola. Masyarakat bisa berlari, berlatih panahan, bermain hoki, dan melakukan berbagai aktivitas olahraga lainnya di kecamatan masing-masing,” tegasnya.
Pemkot Serang memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai Rp1 miliar untuk setiap titik pembangunan. Dengan target enam lokasi, pemerintah harus menyiapkan dana sekitar Rp6 miliar.
“Per titik sekitar Rp1 miliar. Kalau enam titik berarti total kebutuhan sekitar Rp6 miliar,” katanya.
Pemkot Serang menargetkan seluruh stadion mini tersebut mulai terbangun secara bertahap dan mendukung penyelesaian program Serang Sehat pada 2027.
Namun di tengah rencana tersebut, tantangan utama yang harus diselesaikan pemerintah adalah ketersediaan lahan. Tanpa kepastian lokasi yang memadai di enam kecamatan, target pemerataan fasilitas olahraga berpotensi menghadapi kendala dalam tahap pelaksanaan.
Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
