Beranda Olahraga SSB Citra Nilai Panitia Piala Presiden U-12 Cilegon Tak Profesional

SSB Citra Nilai Panitia Piala Presiden U-12 Cilegon Tak Profesional

Official Manager, Uung Rosdiana dan Pelatih SSB Citra, Totok Supriyanto saat memberikan keterangan. (Foto: Maulana/BantenNews.co.id)

CILEGON — Perhelatan kejuaraan sepak bola Piala Presiden regional Kota Cilegon U-12 disoal. Protes datang dari Sekolah Sepak Bola (SSB) Citra selaku finalis saat melawan SSB Duta Junior.

Babak final yang berlangsung di Stadion Geger Cilegon pada Minggu, (31/5/2026) lalu itu sejatinya dimenangkan oleh SSB Citra dengan skor 4-0. Namun, SSB yang bermarkas di wilayah Ciwandan itu didiskualifikasi dengan tuduhan manipulasi dokumen yang disampaikan oleh tim lawan.

Official Manager SSB Citra, Uung Rosdiana membantah keras tuduhan tersebut. Menurutnya, kesalahan hanya terdapat pada foto pemain yang tidak sesuai.

“Ini masalahnya hanya lupa mengganti foto salah satu pemain. Untuk data diri benar semua, termasuk pemain yang diprotes itu. Ini hanya teknis di foto saja yang lupa dilepas,” katanya, Selasa (2/6/2026).

Ia menceritakan, masalah itu mencuat saat SSB Citra mulai berhasil memasuki Semifinal dan puncaknya pada laga Final saat permainan tengah berjalan di babak kedua. Uung mengaku heran masalah itu justru tidak pernah dipersoalkan sejak laga awal.

“Sekali lagi, untuk data pemain itu sudah sesuai semua, sudah melewati skrining dan ditandatangani oleh panitia juga. Ini hanya kesalahan tempel foto saja, kalau ada yang bilang Citra melakukan pencurian umur, itu salah besar, fitnah,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh pelatih SSB Citra, Totok Supriyanto. Menurutnya, secara data diri pemain yang tercantum dalam Form Penetapan Pemain (FPP) seluruhnya telah sesuai.

“Di FPP itu semua pemain yang saya bawa itu ada namanya. FPP itu dipegang oleh pelatih dan pelatih dapat dari panitia,” ujarnya.

Ia juga menyayangkan protes dan tuduhan yang dilayangkan oleh tim lawan dilakukan dengan cara yang tidak tepat. Pasalnya, protes itu dilakukan saat pertandingan tengah berlangsung di babak kedua.

Baca Juga :  Korupsi Pembangunan Depo Sampah di Kota Cilegon, Ujang Iing Dituntut 4,5 Tahun Penjara

“Tim lawan harusnya minta ke Komdis untuk memberikan pernyataan dan lapor kepada Ketua Pelaksana tentang kejanggalan. Kalau di hal foto yang salah, kenapa terjadi? Yang ditanyakan adalah panitia, bukan Citra, karena panitia yang menskrining,” ucapnya.

Atas kejadian itu, Totok menilai kepanitiaan dari PSSI Cilegon itu tidak profesional dan terkesan hanya mementingkan golongan tertentu. Ia sangat menyesalkan keputusan panitia yang terkesan terburu-buru dalam masalah tersebut.

“Tdak mencerminkan kewibawaan dan hanya mementingkan urusan golongan karena ada yang protes. Harusnya, kalau ada protes ditampung dulu, disesuaikan dengan statuta pertandingan, tidak langsung eksekusi. Soal isu pencurian umur juga, itu tolong panitia bersihkan nama Citra, karena kita tidak melakukan itu,” tutupnya.

Penulis: Maulana
Editor: Tb Ahmad Fauzi