Beranda Olahraga SSB Citra Didiskualifikasi di Final Saat Unggul 4-0, Profesionalisme Panitia Dipertanyakan

SSB Citra Didiskualifikasi di Final Saat Unggul 4-0, Profesionalisme Panitia Dipertanyakan

Para pemain U-12 saat bertanding di Piala Presiden regional Kota Cilegon. (Istimewa)

CILEGON – Kontroversi mewarnai final Piala Presiden U-12 Regional Kota Cilegon. SSB Citra yang tengah unggul telak 4-0 atas SSB Duta Junior harus menerima keputusan diskualifikasi dari panitia saat pertandingan masih berlangsung.

Keputusan itu memicu protes dari orang tua pemain yang menilai panitia tidak profesional dan merugikan anak-anak.

Salah satu orang tua siswa SSB Citra, Nursidik, mempertanyakan keputusan panitia yang baru mempermasalahkan dokumen pemain saat timnya sudah melaju hingga partai puncak.

“SSB Citra secara permainan sudah unggul 4-0 sampai detik-detik akhir final. Kalau memang ingin mendiskualifikasi, kenapa tidak dari awal diverifikasi? Jangan dibiarkan bertanding dari awal sampai final,” kata Nursidik, Selasa (2/6/2026).

Panitia yang berada di bawah naungan PSSI Kota Cilegon mendiskualifikasi SSB Citra saat babak kedua final melawan SSB Duta Junior berlangsung. Panitia menuding terjadi manipulasi dokumen pemain.

Persoalan tersebut mulai mencuat ketika SSB Citra memasuki semifinal dan memuncak di partai final. Namun, pihak manajemen SSB Citra menyebut masalah yang terjadi hanya terkait kesalahan penempelan foto pada dokumen pemain, sementara identitas dan data administrasi lainnya sesuai.

Kesalahan administrasi itu berujung pada diskualifikasi tim asal Ciwandan tersebut, meski sebelumnya berhasil mengalahkan sejumlah SSB kuat di Kota Cilegon.

Nursidik mengaku, kesulitan menjelaskan keputusan tersebut kepada anaknya yang merasa menjadi korban dari persoalan administrasi.

“Anak saya bertanya, yang mencetak banyak gol kok tidak menang? Apa ini sistem baru di Cilegon? Padahal yang dipersoalkan hanya foto. Data diri semuanya benar. Formulir penetapan pemain juga sudah diverifikasi dan ditandatangani panitia,” ujarnya.

Menurutnya, keputusan tersebut berdampak besar terhadap mental para pemain yang telah berjuang sejak fase awal turnamen hingga final.

Baca Juga :  Kendalikan Sabu dari Dalam Lapas, Wanita Asal Cilegon Menangis Usai Divonis 9 Tahun Bui

Ia meminta, panitia memberikan kejelasan dan keadilan kepada para pemain serta memulihkan nama baik SSB Citra dari berbagai tudingan yang beredar.

“Harapan kami sederhana, berikan keadilan kepada anak-anak dan SSB Citra. Bersihkan nama mereka dari isu-isu yang berkembang, termasuk tuduhan pencurian umur. Semua pihak harus bersikap fair dan memberi contoh yang baik kepada anak-anak,” tegasnya.

Penulis : Maulana
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd