Beranda Sosial dan Budaya Solidaritas Pemuda Lintas Agama di Banten Bagikan 4.500 Nasi Bungkus kepada Masyarakat

Solidaritas Pemuda Lintas Agama di Banten Bagikan 4.500 Nasi Bungkus kepada Masyarakat

249
0
Komunitas pemuda lintas agama menggelar aksi solidaritas dengan membagikan ribuan nasi bungkus bagi masyarakat terdampak wabah Covid-19

SERANG – Komunitas pemuda lintas agama menggelar aksi solidaritas dengan membagikan ribuan nasi bungkus bagi masyarakat terdampak wabah Covid-19 di delapan kabupaten/kota provinsi Banten, yang secara simbolis dibuka di Gedung PW Nahdlatul Ulama Provinsi Banten, Kemang, Kota Serang, Sabtu (16/5/2020).

Komunitas Lintas Agama terdiri dari PW GP Ansor Banten, PW Pemuda Muhammadiyah Banten, Pemuda Muspija Kristen Banten, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonsia (GAMKI) Banten, Forum Umat Budha Indonesia (Formabudhi) Banten, Pemuda Katolik (Katolik), Ikatan Pemuda Hindu Banten (IPHB) dan Pemuda Konghucu Banten.

Ketua Pemuda Muspija Kristen Banten, Doni Susanto mengatakan, kegiatan aksi solidaritas ini dilakukan bersama pemuda lintas agama lainnya untuk mendorong keurukunan dan persatuan di tengah wabah Pandemi Covid-19.

“Kerukunan dan persatuan lintas agama harus tetap terjaga di tengah pandemi Covid-19,” ujarnya kepada wartawan.

Menurut Doni, kegiatan itu merupakan salah satu aksi nyata komunitas pemuda lintas agama peduli terhadap masyarakat kecil di tengah wabah corona di Banten.

“Totalnya ada sekitar 4.500 nasi bungkus yang dibagikan kepada pengayuh becak,  pemngemudi ojek online di seluruh kabupaten dan kota di provinsi Banten,” terangnya.

Selain membagikan nasi bungkus, lanjut Doni, pihaknya menggelar doa bersama dan deklarasi tetap menjaga solidaritas dan kerukunan antar umat beragama.

“Ini komitmen pemuda lintas agama untuk berusaha meringankan beban masyarakat terdampak covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PW GP Ansor Provinsi Banten, Ahmad Nuri mengatakan, musibah wabah Covid-19 ini merupakan musibah kemanusian yang dialami seluruh negara, dan yang terdampak semua umat beragama.

“Ini salah satu aksi kemanusiaan dalam membuat sinergi dan kerukunan antar beragama,” terangnya.

Ia pun bersepakat bersama pemuda lintas agama mengajak seluruh masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan, dan menerapkan jaga jarak. “Kami juga berkomitmen menggalang solidaritas pada seluruh entitas bersama melawan covid-19,” terangnya.

Di tempat yang sama, Ketua Formabudhi Banten Priski Setiawan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan budaya sejak lama yaitu budaya gotong royong.

“Gotong royong itu terwujud dalam kebersamaan, persatuan, dan tolong menolong di tengah pandemi Covid-19. Mari kita bersama bahu membahu melawan covid-19,” pungkasnya.

(Tra/Mir/Red)