Beranda Pemerintahan Soal Rumah Warganya yang Ambruk, Ini Kata Walikota Serang

Soal Rumah Warganya yang Ambruk, Ini Kata Walikota Serang

Walikota Serang, Syafrudin

SERANG – Walikota Serang Syafrudin angkat bicara terkait rumah warga yang ambruk di Lingkungan Cipare Idul, Kelurahan Bendung, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Usai mendapat berita tersebut, pihaknya langsung mengutus Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang untuk membantu rumah yang ambruk tersebut.

“Ya nanti saya kirim bantuan dari BPBD dan Dinsos,” ujarnya melalui pesan whatsaap yang diterima, Kamis (30/3/2023).

Rumah warga di Lingkungan Cipare Idul, Kelurahan Bendung, Kecamatan Kasemen, Kota Serang mengalami bencana pada Senin (28/3) melam.
Rumah warga di Lingkungan Cipare Idul, Kelurahan Bendung, Kecamatan Kasemen, Kota Serang mengalami bencana pada Senin (28/3) melam.

Diketahui bagian atap rumah tersebut ambruk dan menyebabkan puing-puing berserakan di sekitar area kejadian. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Hal itu dikatakan Saiful, seorang tetangga korban mengatakan bahwa pada saat kejadian, pemilik rumah sedang berada di kamar sebelah sedang bersama anaknya, sementara suaminya sedang bekerja di tempat kerja. Keduanya selamat dari bencana tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun BantenNews.co.id, BPBD Kota Serang sudah mendata rumah tersebut sebagai korban bencana alam karena dihantam angin kencang. Pihak BPBD Kota Serang sudah melaporkan ke Walikota Serang.

Sementara itu saat dikonfirmasi Dinsos Kota Serang belum ada tanggapan terkait peristiwa rumah ambruk di Kasemen. Pihaknya belum bisa menjawab terkait upaya Dinsos dalam menangani rumah ambruk tersebut.

Sebelumnya, belum ada pihak terkait yang memberikan bantuan baik berupa material atau ongkos tukang untuk memperbaiki rumah yang mengalami bencana. Masyarakat sekitar berharap agar ada bantuan yang segera diberikan untuk membantu pemilik rumah yang terkena musibah ini.

Sementara itu, pemilik rumah yang mengalami bencana tersebut, Fitri mengaku bersyukur atas keselamatan dirinya dan anaknya. Meski begitu, ia mengaku sedih melihat kondisi rumahnya yang rusak dan tak bisa ditinggali.

“Kami bersyukur selamat, tapi sedih melihat kondisi rumah kami yang ambruk. Kami tidak bisa tinggal di rumah ini karena sangat berbahaya,” ujarnya.

Ia berharap agar segera ada bantuan dari pihak yang berwenang atau masyarakat sekitar untuk membantu memperbaiki rumahnya yang rusak akibat bencana ini.

“Kami berharap ada bantuan untuk memperbaiki rumah kami. Kami tidak mampu untuk memperbaikinya sendiri karena kondisi keuangan kami yang terbatas,” kata Fitri.

Fitri juga berterima kasih kepada tetangga dan kerabat yang sudah memberikan bantuan dan dukungan moral kepada ia dan keluarganya. (Dhe/Red)

Temukan Berita BantenNews.co.id di Google News