Beranda Pendidikan Sidak PJJ di Tengah Erupsi GAK, Dindikbud Kota Serang Tegaskan Sekolah Tidak...

Sidak PJJ di Tengah Erupsi GAK, Dindikbud Kota Serang Tegaskan Sekolah Tidak Libur

Kepala Dindikbud Kota Serang Ahmad Nuri meninjau proses PJJ di SMPN 3 Kota Serang. (Adef/bantennews)

SERANG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang turun langsung mengawasi pembelajaran jarak jauh (PJJ) di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Dindikbud menegaskan PJJ bukan alasan bagi siswa maupun guru untuk libur.

Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SDN 02 Kota Serang dan SMPN 3 Kota Serang, Selasa (8/9/2026).

Sidak itu untuk memastikan sekolah tetap menjalankan proses belajar meski siswa mengikuti pembelajaran dari rumah.

Hasil sidak menunjukkan kedua sekolah menjalankan PJJ secara efektif. Kehadiran guru juga mencapai 100 persen.

“Ternyata, alhamdulillah, di SDN 02 dan SMP 3 berjalan efektif dan tadi sudah dibuktikan serta disaksikan langsung,” kata Nuri.

Nuri meminta masyarakat tidak menganggap kebijakan PJJ sebagai masa libur. Guru tetap mengajar, siswa tetap belajar, dan sekolah tetap menjalankan proses pendidikan sesuai jadwal.

“Kita ingin memastikan bahwa ketika ada kebijakan PJJ, publik jangan berpersepsi bahwa ini libur bagi siswa maupun orang tua. Ini tetap merupakan proses belajar, yaitu proses pembelajaran melalui daring,” ujarnya.

Sekolah menjalankan PJJ mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Guru menyesuaikan materi dengan mata pelajaran dan jadwal masing-masing satuan pendidikan.

Sekolah juga dapat memilih metode pembelajaran sesuai kondisi siswa dan rombongan belajar. Guru bisa memberikan tugas atau menggunakan metode daring lainnya selama proses belajar tetap berjalan.

“Kalau ada guru yang memberikan tugas kepada murid, silakan. Tetapi proses pendidikan jangan sampai ditafsirkan seolah-olah ini merupakan libur,” tegas Nuri.

Di SMPN 3 dan SDN 02, seluruh guru tercatat hadir. Nuri mengapresiasi tenaga pendidik yang tetap menjalankan tugas meski pembelajaran berlangsung secara daring.

“Di SMPN 3 juga full, 100 persen. Di SDN 02 juga 100 persen,” katanya.

Baca Juga :  Bangunan Madrasah di Pandeglang Ini Memprihatinkan

Namun, Dindikbud masih menemukan kendala pada kehadiran siswa. Tingkat kehadiran di sejumlah kelas belum mencapai 100 persen dan berada di kisaran 90 persen. Ada pula siswa yang sempat masuk kelas virtual tetapi kemudian keluar dari ruang pembelajaran.

Nuri menilai, persoalan tersebut masih berupa kendala teknis dan belum mengganggu pelaksanaan PJJ secara keseluruhan. Dindikbud juga belum menerima keluhan berarti dari orang tua terkait pembelajaran dari rumah.

Dindikbud Kota Serang selanjutnya akan mengevaluasi pelaksanaan PJJ pada seluruh jenjang, mulai PAUD, SD hingga SMP. Evaluasi mencakup keterlaksanaan dan efektivitas pembelajaran daring.

Untuk sementara, PJJ berlangsung hingga Rabu (9/9/2026). Dindikbud masih menunggu perkembangan aktivitas GAK serta arahan dan kajian dari instansi terkait sebelum menentukan apakah PJJ perlu diperpanjang.

Jika kondisi kembali memungkinkan, sekolah akan menggelar pembelajaran tatap muka.

Nuri menilai, erupsi GAK sekaligus mendorong sekolah memperkuat kemampuan pembelajaran berbasis digital.

“Terbukti ketika terjadi erupsi vulkanik Gunung Anak Krakatau, kita bisa beradaptasi dengan menggunakan PJJ dan digitalisasi pembelajaran,” ujarnya.

Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd