Beranda Cinta Setelah Patah Hati Kita Harus Belajar untuk Mencintai Diri Sendiri

Setelah Patah Hati Kita Harus Belajar untuk Mencintai Diri Sendiri

171
0
Ilustrasi - foto istimewa IDN Times

Seringkali kita merasakan sakit hati yang terlalu dalam ketika mencintai seseorang. Bahkan beberapa waktu setelah putus cinta, hati dan pikiran kita masih saja sulit untuk terbuka. Jangankan untuk kembali memulai hubungan, membuka hati pun mungkin masih terasa enggan.

Tenang, tak apa. Itu adalah sesuatu yang biasa dirasakan oleh seorang perempuan yang baru saja putus cinta. Nikmati semua prosesnya, sampai nanti kamu akan kembali membuka diri untuk hati yang baru.

Sejalan dengan itu, belajarlah untuk memfokuskan hati untuk diri sendiri, lewat beberapa hal ini. Berikut seperti dilansir ruangperempuan.com

1. Jujurlah Pada Diri Sendiri, Tentang Semua Hal Yang Sedang Kau Ingini

Selama berada pada masa transisi untuk pemulihan hati, kamu akan dihadapkan dengan berbagai macam pilihan. Beberapa sosok yang buru-buru datang, hingga pada godaan lain yang bisa jadi pelarian. Tapi tunggu dulu, tahan semua nafsumu.

Berharap dicintai dengan porsi yang sama, jadi sesuatu yang diinginkan semua perempuan. Namun bertemu dengan dia yang bisa benar-benar setia, jelas bukanlah sesuatu yang mudah. Jika memang fokus utamamu adalah menemukan dia yang akan bisa berkomitmen bersama, maka sebelum kesana pastikan dulu bahwa diri sudah siap untuk memuali hubungan baru. Dan yang paling penting, pahami diri dengan belajar untuk jujur akan semua hal yang diingini.

2. Cobalah Ingat Kembali, Dimana Titik Lemahnya Diri

Pada hubungan sebelumnya, kamu mungkin merasa ada beberapa kesalahan yang datang dari dalam diri. Untuk itu mulailah mencari dia yang memang bisa menggenapi. Menerima kita dengan segala kekurangan, bukan dia yang hanya senang dengan hal-hal yang baik saja.

Lunakkan hati, pahamilah bahwa kekurangan kita tak akan jadi penghalang untuk rasa bahagia, jika bisa dipahami dengan baik. Hal yang perlu disadari adalah mengenali kemampuan dan kekurangan diri sendiri.

3. Menerima Masa Lalu Jadi Bagian Hidup Yang Memang Mungkin Tak Bisa Dilupa

Tak ada yang bisa memutar kembali waktu, maka semua hal yang sudah berlalu biarlah jadi sesuatu yang tak perlu diingat lagi. Tinggalkan semua luka yang telah terjadi pada hubungan sebelumnya, untuk selanjutnya belajarlah untuk menumbuhkan rasa yang sudah datang dari orang baru.

Biarlah ini menjadi bagian kisah yang kelak jadi cerita. Tak perlu diingat-ingat lagi, apalagi sampai dijadikan bahan perbandingan untuk cerita yang sekarang. Hidup terus berjalan, membawa kita pada masa depan. Dan sudah sewajarnya, jika masa lalu harus ditinggalkan.

4. Pahami Diri Lebih Dalam Lagi, Dengan Menikmati Waktu Dengan Caramu Sendiri

Sepanjang waktu pemulihan hati, cobalah untuk mencari tahu apa arti kesendirian ini. Pergilah untuk menikmati banyak waktu tanpa gangguan. Mengunjungi beberapa tempat baru untuk menambah wawasan. Pada titik ini, kita akan semakin paham. Bahwa untuk menemukan dia yang memang bisa dijadikan teman hidup yang seirama, bukanlah perkara yang mudah.

5. Dan Belajarlah Untuk Mengendalikan Logika, Tak Perlu Mencintai Dengan Membabi Buta

Selanjutnya, jika nanti memang sudah bertemu dia yang dapat dijadikan teman untuk berbagai kisah sedih dan bahagia. Mulailah untuk merubah porsi dalam hal mencintai dari yang sebelumnya kita lakoni.

Jangan terburu-buru dan gegabah, sampaikan semua rasa dengan pelan dan sesuai irama. Tempatkan semua rasa sesuai dengan porsinya, tidak terlalu berlebihan tapi juga tak kekurangan. Sebab, mencintai dengan cara yang berlebihan sudah pasti tak baik untuk hubungan. (Red)