Beranda Pemerintahan Bertemu Dewan, Warga Tangerang Keluhkan Pendangkalan Anak Sungai Cidurian

Bertemu Dewan, Warga Tangerang Keluhkan Pendangkalan Anak Sungai Cidurian

Reses masa persidangan II tahun sidang 2020-2021 pimpinan DPRD Provinsi Banten M Nawa Said Dimyati. (Foto: Iyus/Bantennews)

TANGERANG – Warga Sindang Panon Residence, Desa Sindang Panon Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang menyampaikan aspirasi untuk normalisasi aliran Sungai Cidurian. Hal itu disampaikan warga saat reses masa persidangan II tahun sidang 2020-2021 salah satu pimpinan DPRD Provinsi Banten M Nawa Said.

Di hadapan pria yang akrab disapa Cak Nawa tersebut, warga mengeluhkan banjir yang kerap merendam perumahan mereka. Kondisi aliran sungai yang mengalami pendangkalan akibat bangunan liar dan sampah rumah tangga yang dibuang warga, menurut warga menjadi penyebab dangkalnya aliran sungai.

Menurut warga, banjir yang sempat merendam pemukiman warga beberapa waktu lalu mencapai 1 meter di tempat rendah dan 50 sentimeter di lokasi perumahan yang agak tinggi.





“Kami sudah sampaikan kepada Pak Nawa, semoga aspirasi kami disampaikan ke tingkat Provinsi Banten. Karena setiap kali curah hujan tinggi, tempat kami selalu banjir, ini jadi langganan tiap tahun,” ujar Ketua RW 09 Dede Ahyani, Kamis (25/2/2021).

Warga lain yakni Heni yang merupakan pengurus koperasi warga RT 05 memininta penambahan modal usaha. Program koperasi warga tersebut merupakan salah satu program inisiatif dari Cak Nawa yang menggunakan dana pribadi.

“Pengurus koperasi dari RT 05 mengajukan modal tambahan. Saat ini koperasi kami sudah berkembang sangat pesat. Untuk mengembangkan koperasi butuh tambahan modal, tiap tahun kami juga sudah ada berbagi SHU (Sisa Hasil Usaha). Tambahan modal itu agar produk terus bertambah,” ujarnya.

Menanggapi aspirasi masyarakat tersebut, Cak Nawa akan menjadikan pokok pikiran dewan yang akan disampaikan kepada pihak pemerintah Provinsi Banten. “Masalah banjir ini karena anak Sungai Cidurian yang semakin dangkal, itu akan kita masukan pokok pikiran DPRD yang akan didorong menjadi program APBD perubahan 2021 dan murni 2022,” kata politisi Partai Demokrat tersebut.

Mengenai koperasi warga, Cak Nawa mengakui bahwa program tersebut inisiatif pribadi dengan sumber dari pendanaan pribadi. Ia berharap dengan program tersebut warga bisa saling tolong menolong dan tidak terjebak lintah darat alias rentenir.

“Koperasi itu untuk tolong menolong terkait kebutuhan mendesak. Mohon untuk terus dikembangkan. Saya akan coba cari cara biar kami bisa menambah permodalan, ini kami inisiasi di hampir 12 RT yakni di RW 09 dan RW 10,” katanya.

Reses di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Tangerang Raya tersebut berlangsung dengan protokol kesehatan yang ketat. Warga dibagi menjadi tiga gelombang dengan jumlah peserta hanya 110 orang setiap sesinya. Sebelum ke lokasi, warga diwajibkan memakai masker dan menggunakan hand sanitizer atau pensanitasi tangan.

“Warga harus mensukseskan program ini demi kesehatan kita, keluarga dan lingkungan. Penggunaan masker, cuci tangan membatasi kerumunan, harus dijadikan prinsip hidup di masa pandemi dengan niat mensyukuri nikmat sehat. Semoga bernilai pahala dan ibadah,” ujarnya. (You/Red)