
SERANG – Puluhan pedagang di Stadion Sultan Maulana Yusuf, Kota Serang melakukan aksi demo di portal loket parkir. Aksi tersebut merupakan bentuk protes dari para pedagang yang merasa dagangannya sepi pembeli imbas adanya parkir berbayar dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) setempat, Kamis (21/9/2023)
Aksi demo tersebut dilakukan di portal parkir depan stadion sekitar pukul 16.00 WIB. Masa aksi yang merupakan para pedagang tersebut memaksa untuk portal dibuka dan para pengunjung stadion yang keluar tidak dikenakan biaya parkir. Bahkan akhirnya penjaga loket pun mematikan mesin portal karena tekanan dari para pedagang.
Koordinator aksi, Tober menuturkan jika aksi tersebut merupakan bentuk kekesalan para pedagang yang merasa omset dagangan mereka turun dratis imbas dari hadirnya parkir berbayar dari Diparpora. Tidak adanya komunikasi dari dinas terkait juga yang membuat pedagang memutuskan menggelar aksi.
“Dampaknya kita sepi banget drastis yang biasanya bawa pulang Rp300 ribu sekarang kadang gak dapet sama sekali, karena mereka mau masuk sudah takut sama parkir. Kita hanya disebarkan surat doang cuma untuk mediasi belum ada,” kata Tober.
Selain masalah pengunjung sepi, Tober juga merasa stadion Maulana Yusuf merupakan fasilitas umum, sehingga tidak tepat apabila ada parkir berbayar. Dirinya menuntut agar kondisi awal stadion yang tidak ada parkir berbayar dikembalikan.
“Tuntutannya sekarang harus dibuka kalau bisa parkiran gak ada karena ini fasilitas umum, kembali ke awal (kondisi sebelum ada parkir berbayar),” ujarnya.
Senada dengan Tober, Pedagang lainnya, Neneng mengatakan jika parkir berbayar tersebut tidaklah membuat parkiran di stadion menjadi lebih rapih, tidak adanya tempat khusus parkir menurutnya sama saja seperti kondisi sebelumnya yang membuat para pengunjung memarkir motornya di depan kedai.
“Seharusnya kalau ada parkir gini diarahkan diatur dong motor motornya terus ini kan engga. Terus peraturan kendaraannya tidak difasilitaskan parkir di mana mananya jadi ga tertata juga dong,” kata Neneng.
Jika tidak adanya respon dari dinas terkait, masa aksi akan kembali melakukan aksi sampai aspirasi mereka didengar.
“Kalau masih ada parkir demo lagi. Kalau besok (Parkir berbayar masih diberlakukan) berarti kita tindakannya lain dong bisa lebih brutal,” tutur Neneng. (Mg-Audindra/Red)