Beranda Pendidikan Sekolah Tanpa Kursi Berharap Perhatian Pemerintah

Sekolah Tanpa Kursi Berharap Perhatian Pemerintah

71
0
SMA Negeri 1 Cirinten di Kampung Cilubang, Desa Karangnunggal, Kecamatan Cirenten Kabupaten Lebak, terpaksa belajar di lantai tanpa kursi. Kondisi sekolah yang memprihatinkan ini luput dari perhatian pemerintah. (Fotografer:Ali/bantennews.co.id)

LEBAK – Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten Wilayah Kabupaten Lebak, Nana Suryana menyebutkan bahwa SMAN 1 Cirinten merupakan kelas jauh dari SMA 1 Leuwidamar, Kabupaten Lebak.

Pemerintah diharapkan dapat segera memberikan bantuan agar sekolah tersebut layak menampung siswa. Apalagi kondisi sekolah yang tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang jaraknya tidak jauh dari lokasi.

“Tidak menutup kemungkinan siswa yang lulus dari SMP 50 persennya dari jumlah siswa bisa masuk ke SMAN 1 Cirinten,” kata Sargawi.

loading...

Ia berharap hasil kajian serta dukungan dari Pemerintah Desa (Pemdes) dan masyarakat setempat, proposal ajuan fasilitas sekolah dapat segera direspons pemerintah.

“Dindikbud Banten untuk segera merealisasikan,” kata Nana kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (8/8/2018).

Nana menyebutkan, sekolah yang sudah berdiri tujuh tahun tersebut untuk sementara melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMP 2 Cirinten, hingga sampai sekarang belajar tanpa bangku alias belajar secara lesehan dengan di tunjang ruangan yang sempit.

”Dengan kondisi tersebut KBM tidak akan maksimal, maka dari itu hal ini harus segera ditanggulangi,” tandasnya.

Sebelumnya, siswa di SMA Negeri 1 Cirinten yang terletak di Kampung Cilubang, Desa Karangnunggal, Kecamatan Cirenten Kabupaten Lebak harus belajar di lantai hanya beralaskan karpet seadanya.

Ruang belajar hanya sebuah ruangan berukuran 2,5 meter x 5 meter yang di sulap menjadi ruangan kelas yang dipinjamkan dari pihak SMP Negeri 2 Cirenten. Sebuah ironi potret dunia pendidikan yang terjadi di Provinsi Banten. (Tra/Ali/Red)