Beranda Pemerintahan Sekolah dan Dapur Belum Siap, MBG Prasmanan Belum Merata di Pandeglang

Sekolah dan Dapur Belum Siap, MBG Prasmanan Belum Merata di Pandeglang

Wakil Ketua Satgas MBG Kabupaten Pandeglang Doni Hermawan saat diwawncara. (Mg-Madani Prasetia/bantennews)

PANDEGLANG – Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Pandeglang belum menerapkan penyajian prasmanan di seluruh sekolah. Kesiapan dapur dan sekolah masih menjadi kendala, sehingga Satgas memilih menguji skema tersebut sebelum memperluas penerapannya.

Wakil Ketua Satgas MBG Kabupaten Pandeglang, Doni Hermawan mengatakan, pihaknya akan meminta setiap kecamatan menyiapkan sekolah percontohan. Satgas akan mengevaluasi hasil uji coba sebelum menerapkan prasmanan secara menyeluruh.

“Iya, sementara ini skema prasmanan harus melihat kesiapan dulu dari sekolah atau dari dapur,” kata Doni, Selasa (3/11/2026).

Doni mengatakan, Satgas perlu menemukan pola yang tepat agar penerapan prasmanan berjalan lancar. Ia menyebut Badan Gizi Nasional (BGN) telah memiliki standar operasional prosedur (SOP), tetapi sekolah tetap harus menyiapkan sarana dan personel.

“Nanti kita evaluasi seperti apa baiknya. Kita contoh dulu, takutnya ada kegagalan di mana. Kalau sudah bagus dan ketemu pola yang tepat, baru kita laksanakan seluruhnya harus prasmanan. Karena perintah dari BGN pun harus prasmanan,” ujarnya.

Uji coba sebelumnya berlangsung di Kecamatan Pulosari. Namun, sekolah di wilayah itu kembali menggunakan pola penyajian semula karena belum siap menjalankan prasmanan.

“Sebagai contohnya sudah ada sementara di Pulosari, baru satu. Cuma sekarang sudah kembali lagi seperti awal, karena memang kesiapsiagaan belum. Makanya kita siapkan dulu secara manajerialnya seperti apa, baru kita akan lakukan,” kata Doni.

Ia menegaskan, Satgas juga harus memastikan keamanan pangan saat sekolah menerapkan prasmanan. Pengelola perlu menjaga kebersihan makanan dan memeriksa kualitasnya sebelum penerima manfaat menyantapnya.

“Karena kalau prasmanan, hangatnya masih ada karena penyajiannya lebih leluasa, tidak dingin. Jadi lebih mudah terdeteksi. Kita harus cek, namanya makanan itu mudah terkena penyakit atau berdampak terhadap kesehatan,” pungkasnya.

Baca Juga :  DPRD Tanggapi Pelaksanaan APBD 2019, Zaki Sebut Terima Masukan

Penulis : Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd