Beranda Kesehatan Sekda: Konsultasi Publik RSUD Banten Jangan Jadi Formalitas

Sekda: Konsultasi Publik RSUD Banten Jangan Jadi Formalitas

Sekda Banten Deden Apriandhi Hartawan saat menjawab pertanyaan wartawan. (Audindra/bantennews)

SERANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Deden Apriandhi menegaskan, Forum Konsultasi Publik RSUD Banten tidak boleh sekadar menjadi agenda tahunan.

Manajemen rumah sakit harus membuka ruang lebih luas bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, keluhan, dan masukan terkait pelayanan.

Deden bahkan meminta RSUD Banten tidak takut menerima penilaian negatif dari masyarakat. Menurutnya, kritik justru menjadi bahan penting untuk membenahi kekurangan pelayanan.

“Koreksi kepada panitia, konsultasi publik ini harus dibanyakin publiknya. Jangan khawatir kita dapat tanggapan negatif karena itu suplemen kita,” kata Deden usai membuka Forum Konsultasi Publik Review Pelayanan RSUD Banten, Senin (24/8/2026).

Ia meminta, RSUD Banten melibatkan lebih banyak masyarakat, terutama pasien yang pernah menjalani rawat inap maupun menggunakan layanan rawat jalan.

Masukan dari pengalaman langsung pasien, kata Deden, dapat menunjukkan persoalan pelayanan secara lebih nyata.

Menurutnya, konsultasi publik yang rutin digelar setiap tahun harus menghasilkan evaluasi konkret, bukan hanya memenuhi agenda administratif.

“Makanya agar pelayanan RSUD Banten optimal dan menuju maksimal harus bisa menerima masukan dari masyarakat yang memanfaatkan rumah sakit ini,” ujarnya.

Deden juga menyoroti sikap tenaga kesehatan dalam melayani pasien. Ia meminta seluruh petugas mengedepankan keramahan, sopan santun, serta pelayanan yang setara tanpa melihat latar belakang ekonomi maupun jenis jaminan kesehatan pasien.

“Orang sakit itu sebetulnya enggak ada kaya dan miskin. Enggak ada BPJS atau umum. Jadi semua harus dilayani maksimal,” tegasnya.

Direktur RSUD Banten, Danang Hamsah Nugroho mengatakan, pihaknya akan memperluas keterlibatan masyarakat dalam forum konsultasi publik. Namun, ia menegaskan RSUD Banten tidak hanya menunggu kritik saat forum tahunan berlangsung.

Manajemen RSUD Banten membuka sejumlah saluran bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan dan masukan, mulai dari situs web, media sosial, layanan pengaduan, Google Review, survei kepuasan hingga e-complaint.

Baca Juga :  Makanan Ini Bisa Redakan Nyeri saat Menstruasi

“Kita buat agar semua orang bisa berinteraksi dengan kami secara terus-menerus. Dalam satu tahun pelayanan kita bisa langsung berkomunikasi,” kata Danang.

Menurut Danang, manajemen akan menggunakan setiap masukan sebagai bahan evaluasi untuk menentukan sektor pelayanan yang membutuhkan perbaikan.

“Kita akan melihat masukan yang ada, apakah perlu perbaikan dan sisi detail mana yang harus diperbaiki. Tidak hanya di forum ini, tapi seluruh layanan yang kita jalankan secara terus-menerus,” ujarnya.

Danang mengakui perkembangan pelayanan RSUD Banten tidak lepas dari kritik dan masukan masyarakat.

“Kita tidak akan seperti saat ini kalau tidak ada masukan dari masyarakat,” katanya.

Penulis : Audindra Kusuma
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd