Beranda Pemerintahan Segera Operasikan SAUM, Mobilitas Angkot Serang di Cilegon Baru Disoal

Segera Operasikan SAUM, Mobilitas Angkot Serang di Cilegon Baru Disoal

Bus Sarana Angkutan Umum Massal (SAUM) yang dikelola Dinas Perhubungan Cilegon. (Foto : Gilang)

CILEGON – Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi menuturkan bahwa pemerintah daerah meminta Pemprov melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Banten untuk segera membatasi jumlah angkutan perkotaan (angkot) antar wilayah yang masuk Kota Cilegon.

Persoalan kepadatan volume kendaraan yang tak dibarengi dengan pelebaran ruas jalur protokol Kota Cilegon selama ini menjadi pemicunya. Sehingga ruas akses yang berstatus jalan nasional itu acap semrawut terutama pada jam-jam tertentu.

“Jadi saya ajak mereka (Dishub Banten) untuk zero growth, kecuali mengganti yang sudah uzur, tapi jangan nambah. Apalagi di sini (jalur protokol) Kota Cilegon sudah crowded dengan tingkat kepadatan lalu lintasnya,” ujarnya usai menggelar pertemuan dengan Dishub Banten dan Dishub Cilegon di ruang rapat walikota, Kamis (31/1/2019).

Upaya pembatasan angkot, kata dia, sekaligus untuk memudahkan operasional Sarana Angkutan Umum Massal (SAUM) oleh Dishub Cilegon yang direncanakan akan mulai beroperasi pada Februari mendatang.

“Apalagi kita juga kan sudah siap meluncurkan SAUM, yang kita ciptakan (untuk beroperasi) di JLS, tengah (jalur protokol) dan JLU. Sementara kan banyak kendaraan asal Serang yang izinnya dari Dishub Provinsi,” terangnya.

Sementara Kepala Dishub Banten, Tri Nurtopo beralasan, masih digunakannya satu jalur yakni JLS – Seruni untuk pengoperasian SAUM dipandang belum berpengaruh pada operasional angkot antar wilayah tersebut.

“Kebetulan jalur yang di JLS itu masih aman. Sementara (SAUM) itu juga kan baru satu jalur dulu. Sejauh ini kami mencatat sekitar 890 angkot yang beroperasi, tapi nanti kita akan survei apakah jumlah itu beroperasi semua. Lagian kalau (angkot) yang masuk ke Cilegon ngga sebanyak itu,” katanya.

Mobilitas angkot Serang yang beroperasi di Cilegon merupakan persoalan klasik. Keinginan Pemkot Cilegon yang sejak dulu menginginkan agar trayek angkot warna biru muda itu berakhir di terminal Seruni bahkan tak kunjung terealisir.

Di tempat yang sama, Kepala Dishub Cilegon, Andi Affandi menegaskan pembatasan jumlah angkot asal luar Cilegon itu harus dipersiapkan sejak dini sebelum SAUM ke depan akan beroperasi di jalur yang sama.

“Ke depan itu SAUM kita akan melayani di lima koridor. Koridor pertama itu dari terminal Seruni ke Ciwandan, kedua dari Seruni ke Jalan Lingkar Utara, ketiganya dari Transmart ke Ciwandan, Transmart ke Merak lalu Transmart ke Seruni lewat jalan protokol,” terangnya.

Pada pengoperasioan perdananya pada 7 Februari nanti, lanjut Andi, SAUM masih akan beroperasi di lintasan koridor pertama. “Memang di koridor pertama ini belum ada trayek angkot, sehingga minim terjadi konflik. Dan kewenangan izin trayek angkot itu pun kan sudah menjadi kewenangan provinsi yang tadi juga sudah memastikan zero growth, lagipula kita tidak mendapatkan keuntungan apapun selama ini (dari beroperasinya angkot asal luar daerah di Cilegon),” tandasnya. (dev/red)